Syekh Umar Bakri Muhammad jelaskan kesesatan Syi’ah Rafidhoh

Syekh Umar Bakri Muhammad, dalam bukunya Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Keimanan, Sifat, dan Kualitasnya (Gema Insani, Jakarta 2005) menjelaskan perbedaan antara Ahlus Sunnah dengan Ahlus Syi’ah. Dalam bukunya yang lain, Islam Standar, Melacak Jejak Salafusshaleh (Cicero, Jakarta, 2010), beliau juga menjelaskan pandangan ulama terhadap Syi’ah Rafidhoh. Berikut penjelasannya.



Siapakah Syi’ah Rafidhoh?
Dalam penggunaan di bidang politik, sunnah atau Ahlus Sunnah berarti sekelompok masyarakat (komunitas) yang berlawanan dengan Syi’ah (kita tidak bicara tentang Syi’ah di masa Imam Ali r.a., mereka dari kalangan Ahlus Sunnah. Kita bicara tentang kelompok Syi’ah Rafidhoh yang ada sekarang ini). Sehingga ketika dikatakan Ahlus Sunnah, kita mengartikannya seseorang yang percaya bahwa khalifah pertama adalah Abu Bakar, kemudian Umar, Utsman, dan Ali r.a. Sedangkan kelompok Syi’ah Rafidhoh berbicara tentang 12 imam dan pengetahuan mereka tentang hal gaib serta kesempurnaan mereka.

Untuk alasan persoalan ini, sesungguhnya ada persoalan yang sangat penting yang membedakan antara Ahlus Sunnah dan Syi’ah Rafidhoh selain keduanya berada dalam jalan yang berbeda. Lalu siapakah yang dimaksud dengan golongan Syi’ah Rafidhoh?

Syekh Umar Bakri menjelaskan hakikat Syiah Rafidhoh secara terperinci di dalam bukunya Ahlus Sunnah wal Jama’ah di halaman 73. Menurut beliau, As Syi’ah Ar –Raafidiyah dewasa ini dikenal juga dengan nama kaum Ja’fari, Imamiyah, dan Istna Asy’ariyyah (imam 12), yang tidak sama dengan kaum Syi’ah di masa Imam Ali. Mereka sesungguhnya mengikuti ide dan ajaran seseorang bernama Abdullah bin Saba.

Abdullah bin Saba adalah seorang Yahudi dari San’a di Yaman. Ibunya bernama Sauda. Abdul Hasan Asy’ari member komentar tentang Abdullah bin Saba:

“Abdullah bin Saba adalah seorang Yahudi. Dia menyimpan kemarahan yang hebat di hatinya terhadap keyakinan baru (Islam) yang menghancurkan dominasi kaum Yahudi dan kekuasaan terhadap kaum Arab di Madinah dan Hijaz. Dia memeluk Islam pada masa khalifah Utsman. Dia berpergian ke kota-kota seperti Hijaz, Basra, Kufah, dan Syria. Ke manapun dia pergi dia akan mencoba sebisa mungkin untuk meminta pandangan setengah penduduk kota tersebut. Akan tetapi, dia tidak dapat mewujudkan maksud baiknya.

Kemudian dia pergi ke Mesir dan menetap di sana. Dia mulai berjuang untuk merendahkan dan mengejek keyakinan masyarakat dengan mempercantik rencana jahatnya menjadi sesuatu yang elegan dan kenyataan yang bagus. Dia mendapati bahwa iklim opini di Mesir sangat menyenangkan untuk mewujudkan maksud jahatnya. Dia membuat jalan bagi kelancaran rencananya dengan pernyataannya, “Aku sungguh terkejut dengan sifat kalian. Kalian menyatakan tentang kebangkitan Kristus anak laki-laki Maryam ke dunia. Akan tetapi kalian mengingkari kebangkitan Muhammad ke dunia ini!”

Dia terus menghujamkan pendapatnya ke benak masyarakat, sehingga beberapa minggu kemudian orang-orang terperangkap pendapatnya dan mulai percaya bahwa Rasulullah akan bangkit kembali. Penyakit kedua yang dia sebarkan adalah bahwa masing-masing rasul punya seorang pelaksana yang menjalankan keinginannya. Dia akan mengatakan ‘Hai orang-orang, Ustman merebut kekuasaan dari Ali dan menyiksanya. Oleh karena itu, bangkitlah untuk berjuang dan mengembalikan pemerintahan kepada yang berhak. Kritiklah penguasa kalian dan ingkari apa yang mereka katakan dan yang mereka bangun. Dengan jalan ini kalian akan memenangkan hati masyarakat. Ibnu Saba juga mengorganisasi s ebuah brigade yang terdiri dari teman-teman dan sahabatnya untuk menyebarkan faham Mu’tazilah yang dia anut ke beberapa kota. Mereka saling berhubungan lewat surat untuk memantau perkembangan opini publik dan rencana jahat mereka yang pada akhirnya menuntut hidup khilafah sebelum pemilik halaman-halaman Kitabullah tergeletak di saat syahidnya.”


Waspada kepada Syi’ah Rafidhoh!
Syekh Umar Bakri menjelaskan dalam bukunya Ahlus Sunnah wal Jama’ah bahwa tidaklah cukup tempat dalam buku ini untuk memaparkan akidah kelompok yang menyimpang ini. Akan tetapi, untuk tujuan menjawab perselisihan di antara umat karena kelompok muslim Sunni ingin mengadakan rekonsiliasi dengan kelompok Syi’ah, kami menyarankan agar berhati-hati dan mengingat bahwa Allah SWT., berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.” (QS Ali Imran : 118)

Juga firman Allah SWT.,
“Jika (mereka berangkat bersamamu), niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)mu, malah hanya akan membuat kekacauan, dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu) ; sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang dzalim.” (QS At Taubah : 47)

Syekh Umar Bakri mengakhiri penjelasan tentang Syi’ah Rafidhah dengan mencuplik ulama Syi’ah yang terkenal dan masyhur, Nimatullah al-Jazairi, yang menulis dalam kitabnya “al Anwar an-Nimaniyyah,

“Kami tidak bersepakat dengan mereka (as-Sunnah) tentang Allah, Rasul, atau para Imam, karena mereka berkata, “Tuhan mereka mengutus Muhammad SAW., sebagai seorang Rasul dan penggantinya adalah Abu Bakar.” Sementara kita, kaum Syi’ah, tidak meyakini terhadap Tuhan yang mengirim pengganti dari Rasul-Nya yaitu Abu Bakar. Tuhan itu bukanlah Tuhan kami dan Rasul-Nya bukan Rasul kami.”


Pandangan ulama terhadap Syi’ah Rafidhoh
Di dalam bukunya yang lain, Islam Standar, Melacak Jejak Salafusshaleh (Cicero, Jakarta, 2010), Syekh Umar Bakri Muhammad menjelaskan pandangan ulama terhadap Syi’ah Rafidhoh, yakni di halaman 100.
Pertama kali diawali oleh peristiwa yang sempat menarik perhatian, yaitu dari Muhammad Yusuf bin Yusuf yang berada di Kuffah. Ketika Muhammad Yusuf melihat sekelompok orang menghina sahabat, dia memerintahkan sekelompok orang tersebut untuk dibunuh. Ketika dia ditanya tentang seseorang yang menghina Abu Bakar r.a., dia menjawab agar tidak menshalatkan (shalat jenazah) orang tersebut dan tidak menyentuh jenazah penghina sahabat dengan tangan, melainkan mendorongnya dengan kayu hingga masuk ke dalam liang kubur.

Ketika ditanya tentang Syi’ah Rafidhoh, Imam Malik berpendapat, “Jangan berbicara kepada mereka atau meriwayatkan dari mereka, sungguh mereka adalah pembohong.”

Dalam satu kesempatan Imam Syafi’i berkomentar tentang Syi’ah, “Saya tidak melihat di antara golongan ahli bid’ah yang lebih terkenal kedustaannya melebihi golongan Syi’ah Rafidhoh.”

Dalam kesempatan yang lain dia berkata, “Riwayatkan ilmu yang kamu jumpai dari siapa pun kecuali dari Syi’ah Rafidhoh, sebab mereka membuat hadits-hadits palsu dan menjadikannya sebagai bagian dari agama mereka.”

Disebutkan bahwa Ahmad bin Yunus berkata, “Jika seseorang Yahudi menyembelih seekor domba dan seorang dari golongan Rafidhoh menyembelih seekor domba, maka aku akan makan daging hasil sembelihan dari orang Yahudi sebab Rafidhoh adalah orang yang telah keluar dari Islam (murtad).”

Demikian juga, Imam Abu Bakar bin Haani memutuskan haram atas kaum Muslimin untuk memakan daging hasil sembelihan dari golongan Rafidhoh dan Mu’tazilah karena mereka telah kafir, tapi seseorang dapat makan daging dari orang-orang ahli kitab (sepanjang daging tersebut disembelih). Telah disebutkan bahwa Abdullah bin Idris berkata, “Golongan Rafidhoh (Syi’ah) tidak akan memiliki pembenaran dari perantara pada hari pengadilan nanti.”

Disumberkan dari Fudail bin Marzouk bahwa pertama kali dia mendengar dari hasan Ibnu Hassan berkata kepada seorang laki-laki dari golongan Rafidhoh, “Demi Allah, membunuhmu adalah suatu perbuatan/amal yang baik, yang maka aku beribadah kepada Allah dengannya! Hanya saja aku tidak melakukannya karena kamu adalah tetangga dekatku.”

Dalam sumber yang lain, percakapan itu berlanjut dan tetangganya merespon, “Semoga Allah memberkahimu. Aku tahu bahwa kamu sedang bergurau.” Hassan bin Hassan menimpali, “Aku tidak sedang bergurau! Demi Allah, jika Allah memberikan kekuasaan kepada kami, maka kami akan memotong tangan dan kakimu karena keingkaranmu pada petunjuk (Islam).”

Wallahu’alam bis showab!

(M Fachry/almuhajirun.net/arrahmah.com)

4:04 AM | Posted in , , | Read More »

NASIHAT UNTUK NUR MAULANA (yang belum terekpos)

Oleh : Sayful Fahmy MH
 
Bismillahirrohmanirrohiim


Sehubungan dengan banyak dan merebaknya dakwah – dakwah Islamiyah di stasiun – stasiun televisi, kami banyak menemukan kesalahan dakwah yang fatal dari sdr. Nur Maulana, adapun kesalah – kesalahan fatal itu adalah sebagai berikut :


1.      Sdr. Maulana berlagak seperti wanita dalam berdakwah di hadapan ummat

    Rasulullah saw pernah bersabda : "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut" (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini hasan)

    Jadi, jika ada orang yang berdakwah di kalangan ummat dengan gaya banci, maka ia hakikatnya bukan pendakwah melainkan seorang banci.


    2.      Sdr. Maulana banyak melawak dalam berdakwah
      Alloh Ta’Ala berfirman : “Dan tinggalkan-lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau..” (Al-An’am : 70)

      “Sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil. Dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau !” (Ath-Thaariq : 13 – 14)


      3.      Beberapa waktu yang lalu sdr. Maulana membahas tentang jihad. Akan tetapi makna jihad diselewengkan menjadi makna bahasa sehingga membuat cacat istilah jihad yang sebenarnya, menuntut ilmu pun dikatakan sebagai jihad. Jadi sdr. Maulana sudah mengatakan hal yang tidak semestinya, menyalah-artikan sebuah makna syar’iyyah karena mungkin sebuah pesanan atau  berdasarkan kemauan sendiri.

        Alloh Ta’Ala berfirman di dalam kitabnya Yang Mulia : “Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab. Dan mereka mengatakan ia (yang dibacanya itu datang) dari sisi Alloh padahal ia bukan dari, sisi Alloh. Mereka berkata dusta terhadap Alloh sedang mereka mengetahui.” (Ali-Imran: 78).



        4.      Menggunakan sarana musik dan nyanyian, sdr. Maulana memakai sarana musik untuk membuat tangisan para jama’ahnya agar terharu.

          “Sesungguhnya akan ada di kalangan umatku golongan yang menghalalkan zina, sutera, arak, dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari)

          Bahkan Imam Syafi’i sendiri mencaci maki para pemusik dan penyanyi, beliau menegaskan di kitab Al-Ummnya : “Nyanyian adalah perkataan yang sia – sia, menyerupai kebathilan, sesuatu yang bersifat khayalan. Barangsiapa yang sering melakukannya, dia adalah orang tolol dan ditolak persaksiannya.” (Kitab Al-Umm Jilid IV/214)

          Nabi SAW sendiri telah bersabda, “Nyanyian dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati, bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya, sesungguhnya Al-Qur'an dan zikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan.”  (HR. Ad-Dailami)


          5.      Dalam dakwahnya sdr. Maulana tidak pernah / jarang memakai dalil dari ayat Al-Qur’an ataupun mengutip hadits Nabi SAW yang shohih. Karena sumber dari dakwah Islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah.

            Alloh Ta’Ala berfirman :
            "Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.” (Al-Maa'idah: 67)

            Rasulullah SAW pun pernah bersabda,
            “Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang (selama kalian berpegang teguh dengan keduanya) kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah dan Sunnah-ku.” (HR. Al-Hakim (I/172), dan Daruquthni hadits no. 149).



            Terbukti, bahwa sdr. Nur Maulana telah MEMPERMAINKAN dakwah islamiyah dan MENEBAR SYUBHAT di kalangan ummat. Kami (ummat Islam) yang masih menginginkan dakwah yang suci MENOLAK kehadiran Nur Maulana tampil di televisi – televisi untuk memberikan ‘tausyiyah’ yang menebar syubhat dan fitnah.

            Maka dari itu kami menghimbau kepada sdr. Nur maulana untuk MENGHENTIKAN dakwahnya jika masih memakai cara – cara seperti yang tertera di atas, dan anda masih bisa berdakwah jika menghilangkan cara – cara seperti :

            1.      Sdr. Maulana TIDAK BOLEH berlagak seperti wanita dalam berdakwah di hadapan ummat 2.      Sdr. Maulana TIDAK BOLEH banyak melawak dalam berdakwah  
            3.      Sdr. Maulana TIDAK BOLEH menyelewengkan istilah syar’iyyah dalam berdakwah  
            4.      Sdr. Maulana TIDAK BOLEH menggunakan sarana musik atau nyayian dalam berdakwah untuk membuat suasana menjadi haru.  
            5.      Sdr. Maulana HARUS menggunakan dalil – dalil dari Al-Qur’an dan Hadits Shohih, TIDAK BOLEH mengambil dalil tanpa sanad yang jelas dan justru menjerumuskan ummat ke dalam jurang syubhat.

              Kami sangat mengharapkan anda merubah cara dakwah anda di hadapan ummat dan di hadapan Alloh Jalla wa Alaa’.

              Rasulullah SAW pernah bersabda,

              “Di malam hari saat aku isro’, aku melihat suatu kaum di mana lidah-lidah mereka dipotong dengan guntingan dari api” – atau ia (Rasulullah) berkata, “dari besi.” Aku bertanya siapa mereka wahai Jibril? Mereka adalah para khatib-khatib dari umatmu!” (HR. Abu Ya’la dari sahabat Anas bin Malik RA).
                         

              Beliau SAW juga bersabda,

              “…Dan sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku ialah para Ulama – Ulama YANG MENYESATKAN.” (HR. Abu Daud dari sahabat Tsauban RA).

              1:00 PM | Posted in , | Read More »

              WASPADA SMS SESAT DAN MENYESATKAN !!!

              بسم الله الرحمن الرحيم
               
               
              “Jangan bangga dengan rumah bagus dan besar, krn rumah terakhir Qt = Kuburan. Jangan bangga dengan baju bagus, krn baju terakhir Qt = Kain Kafan. Jangan bangga dengan mobil dan motor, krn kendaraan terakhir Qt = Keranda.  Saya bersumpah DEMI ALLAH SWT, demi Islam, demi orang tua saya. Saya akan menyebarkan SMS ini ke-15 Teman saya. Apabila saya melanggar sumpah saya ini. MAKA MUSIBAH KAN SLALU MENIMPA SAYA. Saya selalu Gagal dalam usaha & cita-citaku tak pernah terwujud, ANDA SUDAH BERNADZAR. Maaf Sobat, Aq juga korban!”


              Pada mulanya ada seorang sahabat saya yang bertanya tentang sms macam itu.. dan dikirimlah sms ini ke inbok saya. Meskipun sudah sering dapat sms SESAT dan MENYESATKAN macam itu. Berhubung sms – sms seperti itu sangat meresahkan kaum Muslimin, saya pun tergugah untuk berkomentar tentang masalah ini.


              “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan HIKMAH (Ilmu yang bermanfaat) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang TERBAIK.” (An-Nahl : 125)

              Sms seperti di atas ataupun sejenisnya sama sekali TIDAK menghasilkan Ilmu yang bermanfaat ataupun pelajaran yang baik melainkan menghasilkan ANCAMAN, KEKERASAN MORAL, INTIMIDASI juga KEMUDHARATAN yang lainnya.

              Disitu terdapat suatu intimidasi seperti kalimat, “Jika tidak menyebarkan ke 15 (sejumlah) orang maka akan mendapat musibah dan bencana.” Bukankah kalimat itu suatu bentuk Teror ?? Meneror dengan mengancam bagaikan Tuhan ??

              Maka saya katakan, sms macam itu (ataupun sejenisnya) adalah SESAT dan MENYESATKAN !!!

              Biasanya sms – sms semacam itu juga ditandai dengan selingan – selingan sumpah “Demi Alloh”.

              Rasulullah –Shollallohu ‘Alayhi wa Sallam- bersabda, “Ada seseorang yang berkata, ‘Demi Alloh, Alloh tidak mengampuni si Fulan.’ Lantas Alloh berfirman, ‘TIDAK ADA SEORANG PUN YANG BERHAK BERSUMPAH ATAS NAMA-KU, BAHWA AKU TIDAK MENGAMPUNI SI FULAN. SESUNGGUHNYA KU TELAH MENGAMPUNINYA DAN AKU HAPUSKAN AMALANMU (orang yang bersumpah palsu).’” (HR. Muslim no. 2621)

              Dan di sms itu pun disertakan sumpah kepada selain Alloh seperti “demi orang tua saya”.

              Padahal Rasulullah –Shollallohu ‘Alayhi wa Sallam- juga pernah bersabda, “Siapa yang bersumpah dengan SELAIN ALLOH, maka ia telah Kafir!” (HR. Tirmidzi no. 1535 dan Dishohihkan oleh Syeikh Al-Albany)

              Jelas sms di atas adalah sms kekafiran. Berarti sms itu mempunya berbagai macam permasalahan yang tidak bisa ditolerir lagi :

              1.    Seandainya ingin memberikah tausyiyah, maka sms itu cukup dipotong  pada bagian “Jangan bangga dengan rumah bagus dan besar, krn rumah terakhir Qt = Kuburan. Jangan bangga dengan baju bagus, krn baju terakhir Qt = Kain Kafan. Jangan bangga dengan mobil dan motor, krn kendaraan terakhir Qt = Keranda.” saja. Tidak usah dilanjutkan dengan kalimat yang bathil seperti Saya bersumpah DEMI ALLAH SWT, demi Islam, demi orang tua saya. Saya akan menyebarkan SMS ini ke-15 Teman saya. Apabila saya melanggar sumpah saya ini. MAKA MUSIBAH KAN SLALU MENIMPA SAYA. Saya selalu Gagal dalam usaha & cita-citaku tak pernah terwujud, ANDA SUDAH BERNADZAR.

              2.    Membuat persetujuan sumpah palsu yang bersifat memaksa.
              3.    Bersumpah dengan nama selain Alloh (seperti Demi Islam / Demi orang tua).
              4.    Mengancam dan Mengintimidasi dengan konsekwensi jika melanggar maka akan medapat Adzab dari Alloh. Seolah si pengirim sms adalah Alloh. Ini suatu fitnah yang sangat luar biasa.

              5.    Memaksa orang untuk bernadzar di bawah tekanan dan ancaman. Padahal bernadzar hanya kepada Alloh dengan niat dan hati yang ikhlas dan tulus, bukan dalam keadaan ditekan.

              Jadi jelas, sms itu ataupun yang serupa adalah SMS SESAT DAN MENYESATKAN !!! waspadalah kaum Muslimin.

              Jika dilihat dari sms ataupun modusnya nampaknya bukan dari kalangan Islam yang awam maupun yang faham. Tapi sms itu kental berbau kekafiran dan pemurtadan terselubung. Kita semua tau dan harus tau bahwa Yahudi dan Nasrani TIDAK AKAN PERNAH RELA kepada kita jika kita tidak mengikuti gaya hidup, agama, pola pikir, politik mereka.

              Suatu hal yang aneh jika pembuat sms itu dari kalangan kaum Muslim, apalagi Muslim yang awam ataupun yang faham. Dari kalimat per kalimatnya, sms itu memberikan suatu pesan propaganda terselubung supaya kaum Muslimin yang menerima itu merasa kebingungan dan bahkan panic jika tidak menyebarkan. Jika sudah panic, maka kepercayaan terhadap sms itu akan tinggi, dan inilah yang membuat orang yang dikirim sms seperti itu menjadi MUSYRIK TANPA SADAR!

               “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti Millah (pola pikir, gaya hidup, agama atau ajaran) mereka.” (Al-Baqarah : 120)

              Jadi saya hanya menghimbau, BERHATI – HATILAH KAUM MUSLIM, ABAIKAN SAJA SMS ITU JIKA MENUNTUT YANG MACAM – MACAM DENGAN BERBAGAI ANCAMAN, INTIMIDASI ATAUPUN PENEKANAN YANG BERIMBAS PADA KEKERASAN MORAL.

              10:20 AM | Posted in | Read More »

              AWAS ISTIDZRAJ !!!

               بسم الله الرحمن الرحيم  



              Mungkin banyak diantara anda yang tidak tau apa sih “istidzraj” itu ? tapi jika anda mondok, belajar babut Tauhid, pasti akan sering menemukukan kata istidzraj.

              Saya tidak akan panjang lebar membahas ini. Istidzraj adalah suatu pengabulan dari Allah Azza wa Jalla kepada hamba-Nya yang memohon hal – hal yang TIDAK HALAL dengan cara – cara yang TIDAK HALAL pula, dan dikabulkan keinginan tersebut KARENA MURKA ALLAH, bukan semata – mata rahmat.

              Contoh : Seseorang ingin menjadi pemimpin suatu kaum, dia ingin terpilih dan dipilih menjadi pemimpin. Sebelumnya ia melakukan ritual, seperti mandi kembang tengah shubuh, ikut larung sesaji, menyembelih hewan supaya menang, dan berbagai cara – cara yang MUSYRIK dan TIDAK ADA tuntunannya dari Qur’an dan Sunnah dia lakukan supaya menang (kerena kebodohannya). Dan pada akhirnya bi idzniLLah (dengan idzin dari Allah) dia terpilih menjadi seorang pemimpin. Keinginannya dikabul oleh Allah BUKAN karena semata – mata Allah ridho. TIDAK. Justru itu karena murka dari Allah.

              Justru Allah akan melaknatnya dikemudian hari. Dibiarkannya lah ia awet muda/umur, seperti pelacur diberi awet muda, pencuri diberi kelapangan, pembunuh diberi umur panjang. Itu semua Istidzraj yang nantinya akan berbuah ADZAB.

              Apakah pantas orang yang mempunyai suatu perkumpulan dzikr, ta’lim, tidak pernah shalat jum’at, bodoh / tolol masalah agama memimpin suatu kaum ??? Nah, dari situlah kita tau bahwa Allah mengabulkannya bukan berarti Allah suka padanya, justru itulah Allah beri ketenggangan waktu untuk dia bertaubat kepada Allah. Jika tidak, sungguh adzab Allah sangat pedih.

              “Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya.”
              (Al Hajj : 18)

              “Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.” (Al Qamar : 3)

              9:54 AM | Posted in , | Read More »

              Liwath (Hubungan Sesama Jenis)

              بسم الله الرحمن الرحيم
              Alloh banyak menceritakan kisah Nabi Luth –‘Alayhis Sallam- beserta kaumnya di beberapa ayat dalam Al-Qur’an. Dia membinasakan mereka kerena mereka melakukan perbuatan ang HINA dan MENJIJIKAN.  Kaum Muslimin pun SEPAKAT bahwa liwath (homoseksual dan lesbianisme) termasuk dosa besar. 
               
              Alloh berfirman di dalam kitabNya yang Agung :

              “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas". (Asy Syu’ara : 165 – 166)

              Homoseksual dan Lesbianisme lebih keji dan lebih buruk dari zina. Nabi –Shollallohu ‘Alayhi wa Sallam- bersabda : “Bunuhlah pelaku dan sasarannya (obyek homo).” (HR. Tirmidzi dan Ahmad, dinyatakan SHOHIH oleh Al-Albani)

              Diriwayatkan pula oleh Nabi –Shollallohu ‘Alayhi wa Sallam-, “Alloh MELAKNAT orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth –‘Alayhis Sallam- (homoseksual dan lesbianisme).” (At-Targhib wa At-Tarhib: III/287)

              Ibnu Abbas –Radhiyallohu ‘Anhuma- pernah berkata : “Sebagai hukumannya, carilah bangunan yang PALING TINGGI di sebuah daerah, lalu LEMPARKANLAH ia dari atasnya, kemudian LEMPARILAH dengan batu.”  Dan Nabi –Shollallohu ‘Alayhi wa Sallam- pernah bersabda, “Hubungan seksual antara sesama wanita (lesbi) adalah zina.” (tapi hadist ini dho’if jiddan, krn perbuatan liwath adalah perbuatan yang lebih buruk dari zina).

              Ulama mazhab Imam Syafi’i menyatakan bahwa huhud (hukuman) atas para pelaku homoseksual dan lesbianisme SAMA DENGAN zina. Ummat ini telah berijma’ bahwa orang yang berbuat homo terhadap budaknya, ia termasuk luthiy (pelaku homoseksual) dan berdosa.

              Asy Syaikh Ibnu Utsaimin berkata bahwa, “Liwath ialah seorang laki – laki menyetubuhi laki – laki. Itulah perbuatan keji yang sangat besar. Doasa yang SANGAT DIBENCI, penyebab kerusakan dunia dan agama, menghancurkan akhlaq dan kemuliaan, serta membunuh kejantanan. Ia juga biang segala kerusakan di masyarakat, menghancurkan moral, kebaikan dan keberkahan.” (Adh-Diyaaul Lami’ fil Khuthbabil Jawami : Khuthbah Tsaniyah Fi ‘Uqubatiz Zina wal Liwath)

              Liwath juga mendatangkan berbagai macam kejahatan dan musibah, penyebab kehancuran dan kehinaan. Akal sehat dan fitrah yang lurus pasti membencinya. Aama – agama samawi MELARANG dan MENGUTUKNYA. Hal itu dikarenakan perbuatan liwath sangat berbahaya dan merupakan kezholiman yang sangat keji. Diantara kezholimannya adalah menjerumuskan dirinya ke lembah kehinaan serta mendorongnya kepada kematian dan kehancuran.

              Liwath pun berimbas kepada objeknya. Karena ia telah menghinakan dirinya sendiri, rela dengan keterpurukan dan menghilangkan kejantanannya. Keberadaannya di tengah laki – laki bagaikan seorang wanita. Kehinaan itu tidak akan hilang dari dirinya hingga ia mati. Homoseksual dan Lesbianisme juga bentuk kezholiman terhadap masyarakat, karena mendatangkan berbagai macam musibah dan bencana.

              Alloh telah mengisahkan kepada kita kisah yang menimpa kaum Luth –‘Alayhis Sallam-. Dia MENGHUJANI mereka dengan adzab dari langit (hujan batu). Dia menghujani mereka dengan batu dari tanah yang keras, hingga kota mereka dibalikkan ke bawah. Kemudian Dia berfirman setelah mengisahkan adzab yang turun kepada mereka, “Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang – orang yang zholim.” (Hud : 83)

              Wahai sekalian kaum Muslimin, kaum yang diberi Qur’an atas kalian, manakala perbuatan keji merajalela di sebuah negeri dan Alloh belum juga menghancurkan mereka. Maka, sungguh akan terjadi adzab yang jauh lebih besar dari kehancuran, berupa keburukan hati; tertutupnya mata hati dan akal. Hingga orang akan mendiamkan kebathilan yang terjadi di depan mata atau menganggap baik perbuatan buruk mereka.

              Adapun jika Alloh memudahkan diangkatnya para pemimpin yang adil dan amanah, yang menyerukan kebenaran tanpa takut celaan dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu, maka itu merupakan pertanda baik.

              Wahai kaum Muslimin, kaum yang diberkahi di pagi harinya, dikarenakan homoseksual dan lesbianisme merupakan dosa yang paling besar, maka hukuman syari’at pun merupakan hukuman yang paling berat, ya’ni dibunuh!

              Nabi –Shollallohu ‘Alayhi wa Sallam- bersabda, “Siapa saja yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya.”

              Jumhur Shahabat bersepakat, memberlakukan hadist ini. Syaikhul Islam al-Imam Ibnu Taimiyah –rahimahullohu Ta’Ala wa Ardho- berkata, “Para shahabat Nabi tidak berselisih pendapat mengenai hukuman bunuh atas pelakuhomoseksual dan pasangannya, namun mereka berbeda pendapat mengenai cara membunuhnya.”

              Ada yang berpendapat mereka harus dengan cara dilempari batu dan ada juga yang berpendapat mereka harus dilemparkan dari atas bangunan tertinggi di daerahnya. Sebagian yang lain berpendapat mereka dibunuh dengan cara dibakar. Jika pelaku dan pasangannya melakukan hal tersebut suka sama suka, maka hubungan atas keduanya adalah dibunuh, baik ia muhshon (sudah menikah) atau pun tidak (karena ini lebih keji dari zina). Hal ini dikarenakan homoseksual dan lesbianisme besarnya dosa dan besarnya bahaya keberadaan mereka di masyarakat.

              Sungguh, keberadaan mereka berarti pembunuhan moral masyarakat, serta menghilangkan akhlaq dan kemuliaan. Dan pastinya, membunuh mereka jauh lebih baik daripada hilangnya akhlaq dan kemuliaan.


              (Syarah Al-Kabaair bab – Dosa ke-17 –Liwath-, al-Imam Adz-Dzahabi)

              9:47 AM | Posted in , | Read More »

              TIDURNYA ORANG YANG BERPUASA ADALAH IBADAH ???

              بسم الله الرحمن الرحيم




              “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih , amalnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan dan dosanya diampuni.”

              Kata – kata di atas telah disebut hadist yang bersumber dari Nabi saw oleh banyak orang, ya bisa dikatakan hadist populer. Namun anehnya hadist tersebut tidak tercantum di kitab – kitab hadist populer.

              Hadist tersebut hanya ada di kitabnya Imam as-Suyuti di dalam al-Jami’ ash-Shoghir hal. 678. Dan juga terdapat di dalam Syu’abul Iman, karyanya Imam al-Baihaqi.

              Sanad Hadist

              Menurut Imam Suuti sendiri, kwalitas hadist tersebut adalah dho’if (lemah). Bagi orang yang kurang mengetahui ilmu hadist, atau bahkan tidak tahu sama sekali. Pernyataan as-Suyuti itu dapat menimbulkan salah paham, sebab hadist dho’if itu secara umum masih dapat dipertimbangkan untuk diamalkan. Sedangkan hadist palsu (maudhu) atau semi palsu (matruk) tidak bisa dijadikan dalil sama sekali, untuk beramal dan atau untuuk fadhoilul A’mal (mendorong amal2 kebajikan).

              Pemahaman seperti itu akan hilang jika diketahui bahwa hadist palsu merupakan bagian dari hadist dho’if. Al-Minawi menyatakan bahwa pernyataan As-Suyuti itu memberikan kesan bahwa seakan – akan Imam Baihaqi seakan – akan menilai hadist itu dho’if, padahal tidak demikian.

              Menurut Imam al-Baihaqi, di dalam sanad hadist itu terdapat nama – nama seperti Ma’ruf bin Hisan, seorang rawi yang dho’if, dan Sulaiman bin Amr al-Nakho’i, seorang rawi yang lebih dho’if dari Ma’ruf. Bahkan menurut Al-Iraqi seorang kritikus ahli hadist, Sulaiman adalah seorang yang pendusta (suka berbohong).

              Al-Minawi sendiri kemudian menyebutkan beberapa nama rawi yang terdapat di dalam hadist di atas, ya’ni Abdul Malik bin Umair, salah seorang yang dinilai sangat dho’if. Namun rawi yang paling parah kedho’ifannya adalah Sulaiman bin Amr al-Nakho’i tadi, yang dinilai sebagai seorang pendusta dan pemalsu hadist.


              Penuturan Pala Ulama Tentang Sulaiman Al-Nakho’i
              Menurut Imam Ahmad bin Hanbal, Sulaiman bin Amr al-Nakho’i adalah pemalsu hadist. Yahya bin Ma’in menyatakan, “Sulaiman bin Amr dikenal sebagai pemalsu hadist.” bahkan di dalam kesempatan lain, Yahya bin Ma’in menuturkan, “Sulaiman bin Amr adalah manusia paling dusta di dunia ini”. Imam Bukhari sendiri mengatakan, “Sulaiman bin Amr adalah matruk (Hadistnya semi palsu lantaran ia pendusta)”. Sementara Yazid bin Harun menyatakan, “Siapapun tidak halal meriwayatkan hadist dari Sulaiman bin Amr.” Imam ibn Adiy menuturkan, “Para ulama sepakat ahwa Sulaiman bin Amr adalah seorang pemalsu hadist.”

              Ibnu Hibban mengatakan, “Sulaiman bin Amr al-Nakho’i adalah orang Baghdad, yang secara lahiriyah , dia adalah orang sholih, tetapi ia memalsu hadist.” Sementara Imam al-Hakim tidak meragukan lagi bahwa ia adalah pemalsu hadist.

              Keterangan para Ulama tsiqoh (terpercaya) ini rasanya sudah cukup untuk menyatakan bahwa yang dianggap hadist di atas (“Tidurnya orang yag berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih , amalnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan dan dosanya diampuni.” ) adalah BUKAN HADIST YANG BERASAL DARI NABI SAW.

              9:37 AM | Posted in , | Read More »

              Fatwa SESAT Para Rabi Yahudi

               بسم الله الرحمن الرحيم


              Rabbi adalah ulama-ulama Yahudi, yamng menurut mereka lebih suci dari Musa as dan lebih suci dari Allah.

              Yahudi adalah sebuah bangsa yang dibebaskan NabiyuLLah Musa as dari cengkraman Fir’aun dan Hamman, tapi seiring waktu berjalan banyak terjadi penyimpangan dan penyesatan di dalamnya dikarenakan kesombongan dan kebodohan dari bangsa ini (Yahudi) dan pada akhirnya, jadilah bangsa ini sebuah agama yang dianut. 



              HALAL MENIPU NON YAHUDI
              Rabbi Raschi : “Diperbolehkan bagi kaum Yahudi menipu pemeriksa pajak yang bukan dari golongan Yahudi, serta membuat sumpah palsu dengan syarat mereka mampu merekayasa kebohongan itu dengan baik.”

              Rabbi Samuel : “mencuri harta2 orang Non Yahudi tidak dilarang menurut syari’at.” (Di dalam Talmud (kitab “suci” yahudi), diceritakan rabbi bodoh ini pernah membeli bejana emas dari non Yahudi yang dikira tembaga oleh orang itu. Dan ia hanya membayar 4 dirham kepada orang itu, LALU MENCURI LAGI 1 DIRHAM DARINYA.)


              HARAM MENGEMBALIKAN BARANG YANG HILANG MILIK NON YAHUDI

              Di dalam Talmud disebutkan : “Allah tidak akan mengampuni dosa seorang Yahudi YANG MENGEMBALIKAN HARTA YANG HILANG MILIK NON YAHUDI.” (Sanhedrin : 57) (Sanhedrin adalah Kitab khusus di dalam Talmud yang membahas tentang hokum dan peradilan)

              Rabbi Moses : “Tidak boleh mengembalikan barang yang hilang kepada orang – orang kafir dan para penyembah berhala (Abhodah Zarah) serta semua orang yang bekerja pada hari Sabbath (Sabtu).”

              Rabbi Raschi : “Barangsiapa yang mengembalikan barang yang hilang milik orang non yahudi, maka ia dianggap sebagai orang non-Yahudi.”

              Maimonides (filosof) : “Apabila orang yahudi mengembalikan barang non-Yahudi yang hilang, maka ia telah melakukan dosa besar.”


              RIBA HANYA HALAL BAGI YAHUDI

              Di dalam Talmud disebutkan : “Rabbi Samuel telah mengizinkan para rabbi untuk melakukan riba sesame mereka sesame mereka. Dalam hal ini, riba dianggap sebagai hadiah yang ingin diberikan oleh salah seorang rabbi kepada yang lainnya. Umpamanya : Putra Esi meminjamkan 100 ratl (1 ratl = 2564 gram) merica kepada Samuel, dengan syarat harus dikembalikan 120 ratl.”


              Rabbi Jehudza : “Sesungguhnya diperbolehkan bagi orang Yahudi untuk memberi pinjaman kepada anak – anak dan keluarganya dengan jalan riba, supaya mereka ikut merasakan manisnya riba dan menentukan ukuran sebenarnya.”

              Rabbi Abarbaniel : “Syari’at membolehkan untuk meninggikan bunga sesuai keinginan.”
              (di kemudian hari ia meralatnya : “Kaidah ini TIDAK BERLAKU bagi orang-orang Kristen, karena mereka dianggap orang-orang asing di sisi Allah.” Tapi ketika ia menjabat mentri keuangan di Spanyol, si bodoh ini mengatakan lagi : “Tidak ada pengecualian dalam hal ini (yakni orang Kristen boleh melakukan riba sesuai keinginan).


              Dari sini jelas para Rabbi mengajarkan seni perbuatan MUNAFIK secara mendalam dan menyeluruh. Na’udzubillah.

              Rabbi Shawab (yang telah murtad dari agama Yahudi) : “Apabila seorang Nasrani membutuhkan sejumlah uang, maka hendaklah orang Yahudi meminjamkannya dengan riba terus – menerus, sampai orang Nasrani itu tidak sanggup lagi membayarnya kecuali dengan menyerahkan seluruh harta bendanya. Jika sudah demikian, maka hendaklah orang Yahudi itu menerimanya dengan senang hati. Namun jika tidak, maka hendaklah ia meminta haknya di depan mahkamah pengadilan dan mengambil semua miliknya itu lewat pengadilan tersebut.”


              BOLEH MEMBUNUH NON-YAHUDI

              Di dalam buku yang berjudul “Polemik” disebutkan : “Daging orang ummi (Islam / non-Yahudi) tidak ada bedanya dengan daging keledai, dan sperma mereka sama dengan sperma binatang. Mereka semua akan selamanya bernajis, sedangkan kita (kaum Yahudi) telah disucikan oleh Tuhan di bukit Sinai dulu. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk membinasakan mereka.”

              Talmud menyatakan : “Bunuhlah orang – orang baik yang bukan dari Bani Israel. Diharamkan bagi orang Yahudi untuk menyelamatkan orang non-Yahudi dari kematian atau mengeluarkan dari lubang yang ia terperosok ke dalamnya, karena dengan melakukan itu (menyelamatkannya) berarti telah menjaga kehidupan para penyembah berhala.” Bahkan dalam halaman lain : “Apabila salah seorang pemuja berhalaterperosok ke dalam lubang, kamu harus menutupi lubang itu dengan batu !.”

              Rabbi Raschi menambahkan : “DIWAJIBKAN melakukan segala cara yang diperlukan supaya penyembah berhala itu tidak selamat darinya.”

              Rabbi Eliezar : “Orang – orang Kafir adalah sama dengan Yesus dan para pengikutnya.”
              Kaum Yahudi berkata dalam buku mereka “Sadraha Durut” : “Sesungguhnya para rabbi lah yang menjadi penyebab terjadinyasejumlah besar orang – orang Nsarani di Roma.”

              Rabbi Jehudza sangat disukai oleh Kaisar Anthonin Lebeo. Lalu si rabbi melakukan tipu muslihat, dengan mengatakan bahwa merekalah (kaum Nasrani) penyebab menyebarnya wabah kolera. Berdasarkan hal itu, maka ia mengeluarkan perintah untuk membunuh semua orang Nasrani yang mendiami kota Roma pada tahun 3915 H (menurut Yahudi) atau 155 M (menurut Nasrani).

              Selanjutnya di dalam buku itu juga diungkapkan tentang Kaisar Mark Orel yang membunuh semua orang Nasrani setelah mendapat anjuran dari kaum Yahudi. Pada halaman 125 disebutkan bahwa pada tahun 214 M kaum Yahudi membunuh 2.000.000 orang Kristen di Roma dan semua orang Kristen di Cyprus.

              Dalam buku “Sifru Jukasin” (hal. 108) yang diterbitkan di Amsterdam, Belanda pada tahun 1717 diceritakan bahwa pada masa Paus Clement(us), kaum Yahudi membunuhsejumlah besar orang Nasrani di kota Roma dan sekitarnya, sehingga korban yang berjatuhan bagaikan pasir di lautan. Karena bujukan kaum Yahudi, Kaisar Diocletien juga membunuh banyak orang Kristen, termasuk diantaranya para pendeta seperti Kayis, Marselinus, saudara laki-laki Kayis dan saudarinya, Neron.

              Demikianlah, sesungguhnya kesukaan para rabbi gila itu untuk menumpahkan darah, sudah tampak jelas dalam sejarah dunia. “rasul” Paulus (Saul) muncul justru memerangi orang2 Kristen sendiri.

              Sebagaimana telah kita ketahui, Paulus (Saul) pada mulanya adalah seorang Yahudi tulen yang memusuhi gereja serta para pengikutnya. Lalu tiba – tiba saja secara dramatis ia berubah menjadi rasul yang menerima wahyu. Kemudian ia mengubah agama Isa al Masih 180 derajat. Jadi, kaum Yahudi telah menyelipkan Paulus ke dalam agama Kristen agar ia mengosongkan ajaran yang benar dalam agama Isa al Masih. Paulus mengajarkan ajaran2 pagan sebagaimana yang dapat kita ketahui dalam ajaran Kristen Modern (sekarang). Benarlah perkataan para cendekiawan kontemporer (Kristen) bahwa agama Kristen zaman ini dinisbatkan kepada Paulus bukan Isa al Masih.

              Mereka (Yahudi) berhasil mengobrak – abrik ajaran al Masih lewat Paulus (Saulus), dan mereka hamper saja mengobrak – abrik ajaran Islam lewat Abdullah ibn Saba, yang sekarang ajarannya (kita ketahui) berubah menjadi Syi’ah yang menuhankan Ali ibn Abi Thalib.


              ANJURAN KEPADA WANITA YAHUI AGAR MENJUAL DIRI

              Nabi Musa as pernah berkata : “Janganlah kamu menginginkan istri saudaramu. Siapa yang berzina dengan istri saudaranya, maka ia pantas untuk dibunuh.”

              Tapi menurut Talmud (kitab buatan tangan para Rabbi beserta fatwa – fatwanya), maksud saudara disini adalah orang – orang Yahudi saja, sehingga menyetubuhi istri orang non-Yahudi TIDAK DILARANG jika dilakukan.

              Rabbi Raschi : “Orang Yahudi tidak berdosa jika menodai kehormatan (memperkosa) wanita non-Yahudi, karena semua akad nikah yang dilakukan wanita non-Yahudi adalah TIDAK SAH. Wanita yang bukan dari Bani Israel adalah hewan, sedangkan akad nikah diantara seekor hewan dengan hewan lainnya tidak berlaku.”

              Pendapat ini akhirnya disepakati oleh rabbi – rabbi lain, diantaranya Rabbi Beshai, Rabbi Levi, dan Rabbi Jarson (mereka adalah rabbi – rabbi terkenal pada zamannya).

              Rabbi Tam (yang merupakan generasi ke 13 di Perancis) : “Sesungguhnya berzina dengan orang non-Yahudi, baik laki – laki maupun perempuan, tidak ada hukumannya, karena orang – orang asing adalah keturunan HEWAN.”

              Di dalam Talmud disebutkan : “Barangsiapa yang mimpi menyetubuhi ibunya, maka ia akan dianugerahi hikmah; barangsiapa yang bermimpi menyetubuhi perempuan yang dilamarnya, maka ia akan selalu memelihara syari’at Tuhan (Yahudi); barangsiapa yang bermimpi menyetubuhi saudarinya, maka ia akan beruntung, diantaranya dengan mendapatkan kecerdasan akal; dan barang siapa yang bermimpi menyetubuhi istri saudaranya, maka ia akan mendapatkan kehidupan yang abadi (syurga).”

              Rabbi Kroner : “Sesungguhnya Talmud membolehkan manusia (yakni orang Yahudi) untuk tunduk dan patuh kepada hawa nafsu apabila ia memang tidak sanggup melawannya. Namun hal itu wajib ia lakukan secara diam – diam, supaya tidak merugikan agama Yahudi.”

              Di dalam Talmud diceritakan : “Rabbi Eliezar suatu ketika mendengar seorang perempuan bersedia menyerahkan kehormatannya dengan syarat diserahkan kepadanya sati peti emas. Maka rabbi –jahannam- ini pun segera membawakan peti itu kepadanya dan …………(Saya tidak akan menyebutkannya, KARENA JAUH DARI ETIKA MORAL) singkat cerita, Ketika Rabbi Eliezar meninggal, Allah berteriak dari langit seraya berfirman, “Rabbi Eliezar telah mendapatkan kehidupan abadi.”

              Astaghfirullah al adziim min kulli dzanbin adziim…..

              Ketika Rabbi Yuhanan menyatakan bahwa perbuatan sodomi itu dilarang, rabbi rabbi yang lain membantahnya dengan mengatakan : “Syari’at tidak pernah melarang hal ini, bahkan menyatakan orang Yahudi tidak bersalah hal itu terhadap isterinya sendiri karena cara apapun dalam persetubuhan itu adalah haknya. Perumpamaan bersenag – senang dengan istri adalah seperti sepotong daging yang dibeli di tukang jagal. Daging itu boleh dimakan dengan cara apapun sesuai selera, apakah dengan direbus atau dipanggang.”


              Bagi orang Yahudi, wanita dianggap tidak ada, bahkan di dalam sinangog pun (tempat ibadah mereka) jika hanya ada 9 laki – laki dan sejuta perempuan maka ritual ibadah belum bisa dilaksanakan. Sebab, ibadah baru bisa dilaksanakan minimal ada 10 laki2.

              Rabbi Kroner : “Di kalangan Yahudi TIDAK ditemukan anak – anak yang terlahir secara tidak sah (anak haram / anak zina), sebagaimana yang banyak terjadi dikalangan umat – umat lain.”

              Sungguh pernyataan bohong. Dari data statistic diperoleh keterangan yang bertolak belakang, dimana jumlah wanita – wanita Yahudi yang jadi pelacur (jablay) di kota – kota besar di Eropa jauuh lebih tinggi disbanding jumlah wanita pelacur dari agama lain. Itu hasil dari penelitian di Paris, London, Berlin, Hamburg, Warszawa, dan Krakov.


              ORANG YAHUDI BOLEH MELANGGAR SUMPAH

              Pada suatu hari Rabbi Yuhanan bersumpah kepada seorang perempuan untuk tidak membocorkan rahasianya seraya berkata : “Demi Allah, aku tidak akan membocorkan rahasia ini.” Perempuan itu pun percaya saja. Padahal rabbi itu telah menyebarkan rahasia itu tanpa sepengetahuan wanita tersebut.”

              Kaum Yahudi mempunyai hari khusus untuk pengampunan dosa yang disebut dengan hari pengampunan. Dosa yang akan diampuni meliputi dosa apa saja. Pada hari itu, ummat Yahudi melakukan sembahyang untuk memohon ampunan atas dosa2 yang mereka lakukan dan sumpah2 palsu yang mereka ucapkan serta janji-janji yang tidak mereka tepati. Pada malam hari itu dilakukan sembahyang dalam suatu pertemuan akbar. Hari Pengampunan itu hanya ada sekali dsalam setahun.

              SUMBER : KITAB AL KANZ  AL MARSHUD FI FADHA’IH AT TALMUD terjemahan dari buku DIE POLEMIK UND DAS MANSCHENOPHER DES RABBINISMUS karya DR. August Rohling. Sedangkan di terjemahkan menjadi al Kanz al Marshud oleh DR. Yusuf Hana Nashrullah.


              Hadist Riwayat Abu Sa’id al Khudriy ra, Bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “Sungguh kalian akan mengikuti cara hidupdan gaya orang – orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai pun mereka masuk ke dalam lobang biawak, kalian pun akan mengikuti mereka.” Kami (Shahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, Apakah orang – orang Yahudi dan Nashrani yang engkau maksud ?” Beliau saw pun menjawab : “siapa lagi (kalau bukan mereka).” (HR. Muttafaq ‘Alayh)


              (Sebetulnya masih banyak fatwa – fatwa bahlul para Rabbi Yahudi Talmudi, berhubung saya makin lama makin muak jika meneruskannya, saya akan membahas apa itu Talmud secara mendalam)


              Talmud adalah sebuah kitab yang dianggap “suci” oleh kaum Yahudi, yang berisi ajaran2 agama yang bersifat lisan. Menurut Prof. DR. Muhammad asy Syarqawi, Dosen filsafat Islam dan Ushuluddin (perbandingan agama) Fakultas Darul ‘Ulum Univ. Kairo, Mesir, mendefinisikan Talmud sebagai sebuah ideologi yang menafsirkan dan menjelaskan semua pengetahuan, ajaran, UU kehidupan, moral, dan budaya bangsa Israel.

              Untuk lebih lengkapnya, ini ada beberapa rujukan untuk anda yang gemar mencari tau apa2 yang belum tau :
              Buku Fadh at Talmud (Skandal Talmud) karya I.B. Branaites.
              Buku Hebrew Literature (Literatur Ibrani) karya DR. Joseph Barcklay
              Buku The Talmud karya H. Polano
              Buku The Babylonian Talmud (Talmud Babilonia) karya Rabbi DR. A. Fabian. Cetakan 1963

              Yahudi mempunya 2 rujukan Turat (Torah) dan Talmud, adapun Torah (Taurat) adalah apa2 yang dibawa Musa mencakup hukum agama dsb. Sedangkan Talmud adalah perkataan para Rabbi yang menjadi rujukan pertama dan wajib diagung – agungkan.

              Barangsiapa yang menghina Taurat Musa, wajib dinasihati, tapi jika sudah menghina ucapan para Rabbi (Talmud) wajib baginya dihukum dan taubat.

              Jadi menurut mereka, Talmud itu lebih suci dari Taurat.

              Di dalam sebuah teks Talmud terdapat kata-kata : “Orang yang mempelajari Taurat berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang tidak layak diberi imbalan, orang yang mempelajari Mishnah berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang layak diberi imbalan, sedangkan orang yang mempelajari Gemara berarti telah melakukan keutamaan yang paling besar.” (Babha Metsia, vol 33a)

              Rabbi Beshai : “kalian tidak boleh berteman dengan orang yang hanya mempelajari Taurat dan Mishnah tapi tidak mempelajari Gemara.”

              Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa itu Mishnah dan apa itu Gemara ????

              Talmud terdiri dari 2 bagian yang paling utama : Mishnah dan Gemara.

              1. Kitab Mishnah : Bagian pertama dan paling utama dari semua isi Talmud. Inilah kitab UU kehidupan yang paling terpercaya bagi agama mereka.
              Aliran keagamaan Yahudi sendiri terbagi 2 :
              -Aliran Babilonia
              -Aliran Palestina


              Aliran Babilonia membagi Mishnah menjadi Sura, Pumbaditha, dan Nehardea.
              Aliran Palestina membagi Mishnah menjadi Tiberias, Jamina dan Lydia.

              Kitab Mishnah ditulis dengan bahasa Ibrani Baru (New Hebrew) yang telah terpengaruh oleh bahasa Yunani, Latin dan Parsi.

              Sebutan khusus untuk para Rabbi Yahudi Talmudi yang ikut serta menyusun dan menambah-nambahi teks mishnah adalah sbb :
              -    Tannaim (guru) : Para rabbi sejak masa Rabbi Hellel pada tahun 10 Masehi sampai 200 Masehi (tahun sempurnanya penulisan kitab tersebut).
              -    Amoraim (pensyarah) : para rabbi Yahudi Talmudiyang menyusun syarah atau penjelasan terhadap Mishnah. Syarah / penjelasan ini dinamakan Gemara.
              -    Saboraim : para rabbi Yahudi Talmudi yang menyandarkan syarah tsb ke kitab Talmud abad 6 dan 7 Masehi.
              -    Juyunim (pentafsir) : para rabbi Yahudi Talmudi yang menafsirkan Talmud dan mereka adalah para ketua suatu perkumpulan atau tempat ibadah.
              -    Posekim : para rabbi Yahudi Talmudi yang mentafsirkan Talmud, tapi mereka bukan ketua suatu perkumpulan.

              Mishnah punya 6 bagian :
              •    Zeraim : berisi peraturan agama yang berkenaan dengan pertanian. Bagian ini terdiri dari 11 risalah :
              Berakhot, Peah, Demai, Kilaim, Schebiith, Terumoth, Maaseroth, Maaser Scheni,  ChAllah, Orlah dan Bikkurim   

              •    Moed : ttg puasa dan hari2 besar. Terdiri dari 12 risalah :
              Scabbath, Erubhim, Pesachim, Ioma, Sukkah, Betsah, Rosh Haschanah, Taanith, Megillah, Moed Katon dan Chagigah

              •    Nashim : UU yang berhubungan dengan wanita. Terdiri dari 7 risalah :
              Jebbamoth, Kethuboth, Kidduschin, Gittin, Nedarim, Nazir dan Sotah.

              •    Nazikin : Masalah Kejahatan / Kriminalitas, baik pidana atau perdata. Terdiri dari 10 risalah :
              Baba Kama, Baba Metsia, Baba Bathra, Sanhedrin, Makkoth, Schebuoth, Edaioth, Horaioth, Abhodah Zarah dan Abhoth.

              •    Kodashim : masalah sesembahan dan Korban, terdiri dari 11 risalah :
              Zebbachim, Menachot, Bekhoroth, Erakhin, Temurah, Mailah, Kerithuth, Tamid, Middoth dan Kinnim

              •    Toharoth : Masalah thaharah (bersuci) kesucian lahir dan benda2 najis. Terdiri dari 12 risalah :
              Kelim, Oholoth, Negaim, Parah, Tohoroth, Mikvaoth, Inddah, Makschirin, Zabhim, Tebihul Iom, Iadaim dan Oketsin

              Dengan demikian, Mishnah terdiri dari 63 risalah, yang masing2 memiliki ayat2 tertentu yang disebut Perakim.


              2. Kitab Gemara : Bagian kedua Talmud. Kitab ini muncul akibat adanya perjidalan (perdebatan) dan pertikaian pendapat dari para rabbi Yahudi tentang kandungan kitab Mishnah. Semua pertikaian tersebut dijadikan satu dan dijadikan sebuah kitab baru yang tersendiri dari kitab Mishnah, yang semula dijadikan sandaran kitab suci (UU kedua)setelah Taurat, akhirnya digantikan oleh Gemara lantaran banyaknya teks2 yang masih global dan tidak jelas penafsirannya dalam kitab Mishnah. Jadi, telah jelaslah bahwa Gemara adalah tafsir, syarah, penjelasan, komentar, atau catatan pinggir dari Mishnah.
              Waktu pembuatan kitab Gemara ini kira2 diselesaikan dalam kurun waktu 4 abad (dari abad ke-2 samapai abad ke-6 Masehi). Campuran dari Kitab Mishnah dan Kitab Gemara inilah yang pada akhirnya menjadi cikal bakal dari munculnya kitab bari yang bernama TALMUD.

              Menurut sebuah riwayat, orang pertama yang melakukan syarah terhadap Mishnah (orang pertama yang membuat Gemara) adalah dua orang putra Rabbi Juddah Hanasi, yakni Rabbi Gamaliel dan Rabbi Simeon. Kemudian dilanjutkan oleh Rabbi Ashi dari Sura (sebuah kota di tepi sungai Eufrat, Iraq sekarang) pada tahun 365 M sampai 435 M. dan disempurnakan oleh Rabbi Abino, dan terakhir oleh Rabbi Jose pada tahun 498 M.

              Kitab ini (Gemara) disusun oleh 2 aliran besar Yahudi :
              -Aliran Yahudi Palestina, dan
              -Aliran Yahudi Babilonia


              Para Rabbi aliran Palestina (Filistin) menyusunnya dengan bahasa Aramia Palestina Baru, dengan memakan waktu sekitar 3 abad (abad ke-2 samapai ke-5 M). Syarah ini biasanya mereka satukan dengan Mishnah sehingga membentuk sebuah Talmud khusus bernama Talmud Yerushalmi atau Talmud Baitul Maqdis (Beit Ha Miqdash) atau Talmud Palestina.

              Rabbi2 yang menyusun Talmud Yerushalmi bukanlah para rabbi Palestina. Tidak. Melainkan Rabbi2 kerajaan yang diketuai oleh Rabbi Jochanna.

              Sedangkan, para rabbi aliran Babilonia menyusunnya dengan bahasa Aramia yang dimulai pada awal abad ke-4 M, dan pbesar ini baru rampung pada abad ke-6 M. Hasil karya mereka ini disebut dengan Talmud Babilonia. Dan buah tangan rabbi pada zaman ang berbeda-beda.

              “Mayoritas kaum Yahudi tidak mengakui Talmud Yerushalmi karena ia sangat samar dan sangat ringkas. Kaum Yahudi hanya bersandar pada Talmud Babilonia saja sebagai prioritas utama.”

              Itulah sekelumit ringkasan tentang Talmud. Mudah2an kita bisa mengambil hikmah dan khazanah dari note ini. Betapa bencinya Yahudi terhadap orang2  non-Yahudi. Tapi saya tidak habis pikir, kenapa Kaum Nasrani membela mereka2 –para Zionis-, padahal kita semua tahu bahwa Yesus telah dilecehkan bukan main di dalam Talmud oleh para rabbi Yahudi –laknatullah alaihim-. Bahkan pada zaman Paus Clement, semua Talmud yang ada di Roma dan kota2 Eropa yang lain dibumi hanguskan. Tapi sekarang bangsa biadab mereka dipuja-puja oleh Benedict. Konspirasi macam apa ini ? 


              “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Ali Imran : 54)

              “Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?." Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.”
              (Al Maidaah : 60)


              “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al Baqarah : 120)




              *Tidak semua keturunan bangsa Yahudi menjadi biadab seperti moyangnya, tapi ada diantara mereka yang justru memegang teguh tali agama Allah dan siap mati membela Allah.

              9:21 AM | Posted in , | Read More »

              MEMBONGKAR KESESATAN AHMADIYAH

              بسم الله الرحمن الرحيم



              Qadian, India 15 Februari 1835, lahirlah 2 bayi kembar. Yang satu bernama Barlas (bahasa Persi : gagah berani dan terhormat) dan yang satunya bernama Mirza Ghulam Ahmad. Sejak kecil, Mirza Gulam Ahmad (MGA) tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Ia tergolong “kutu buku”.

              Sejak tahun 1804, khususnya ketika “British & Foreign Bible Society” terbentuk, Kristenisasi mulai digencarkan ke seluruh dunia. Jutaan warga India berhasil dikristenkan.


              Inti Ajaran Ahmadiyah

              Bohong dan bertentangan dengan Islam itulah inti ajaran Ahmadiyah. Karena Nabinya, Mirza Ghulam Ahmad –la’natullah alaih (Semoga Allah mela’natnya)– adalah seorang pembohong dan pembuat ajaran yang bertentangan dengan Islam.



              · Ia, mengaku sebagai mujaddid (pembaharu).

              · Kemudian ia mengaku sebagai nabi yang TIDAK MEMBAWA SYARI”AT, menerima wahyu seperti Al Qur’an dan menerapkannya kepada dirinya.

              · Setelah itu ia mengikuti cara-cara kebatinan dan zindiq (kufur) dalam ungkapan-ungkapannya. Ia mengikuti cara-cara Baha’I dalam mengaburkan ucapannya.

              · Kemudian ia mulai meniru mukjizat penutup para Nabi, Nabi Muhammad saw.

              · Lalu menjadikan masjidnya sebagai Masjid Al Aqsha, dan desanya sebagai Makkah Al Masih, ia juga menjadikan Lahore menjadi Madinah, dan menara masjidnya diberi nama menara Al Masih.

              · Ia membangun pemakaman yang diberi nama pemakaman Al Jannah, semua yang dimakamkan di sana adalah AHLI SURGA.



              Kebohongan Demi Kebohongan Ahmadiyah

              Tentang Bohonng membohongi, tipu menipu, Ahmadiyahlah jagonya. Mereka mengatakan penduduknya ada jutaan di dunia. Padahal semua itu BOHONG, Ahmadiyah di dunia ini hanya mempunyai ribuan pengikut, (Sumber: dari iuran anggota Ahmadiyah).
              Ayat-Ayat Iblis Ahmadiyah

              Di dalam kitab tadzkirah (kitabnya Ahmadiyah yang penuh kebohongan, penuh najis, dan tipu daya), menyebutkan :


              “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Tadzkirah ini) dekat kampung Qadian.”

              Sungguh bejat pemikiran Mirza –la’natullah alaih-. Ia menggubah ayat pertama dalam surat Al Qadr. Ternyata ada ayat yang lebih serem lagi, saudaraku :


              “Hai Mirza Ghulam Ahmad : Namamu sempurna, sedangkan namaKu (Allah) tidak sempurna.” (Tadzkirah hal : 51).

              Ayat ini semakin menambah KETIDAKWARASAN MIRZA GHULAM AHMAD yang mendapatkan wahyu dari IBLIS. Ada juga ayat yang tidak kalah seremnya, saudaraku :

              “Aku melihat diriku sendiri, di dalam mimpi sebagai matanya Allah, (setelah mimpi tersebut) aku semakin yakin, bahwa aku adalah Dia (Allah).” (Tadzkirah hal : 195)

              Sungguh luar biasa biadabnya Mirza Ghulam Ahmad –Al Kadzdzab (si Pendusta)–, dia bukan saja mengaku sebagai nabi dan rasul, tetapi dia juga mengaku sebagai Allah.


              “Allah (Tuhanku) telah masuk ke dalam diriku, oleh karena itu maka akulah yang telah menciptakan langit dan bumi.” (Tadzkirah hal : 197)

              Sungguh tidak lain Mirza Ghulam Ahmad –la’natullah alaih- adalah sesosok Iblis yang menyerupai manusia. Tidak sampai disitu. Masih banyak ayat-ayat Setannya Mirza. Allah berfirman kepada Mirza Ghulam Ahmad –Al Kadzdzab- :


              “Hai Mirza Ghulam Ahmad : engkau adalah Imam yang diberkati, la’nat Allah atas siapa saja yang mengingkarimu, dimana saja didapatkan orang yang mengingkarimu, tangkap dia, ambil dia dan bunuh dia sehebat-hebatnya.” (Tadzkirah hal :748)


              Wahai saudaraku, Mirza Ghulam Ahmad –la’natullah alaih- menantang kita (Kaum Muslimin) sebagai orang kafir yang wajib dibunuh kapan saja dan dimana saja.

              Belum lagi apa-apa yang dikatakannya dalam kitab Ruhani Khazain. Mirza mengatakan bahwa :

              Nabi Isa as seorang pecandu arak, seorang pendusta, bahkan dikatakan lagi beliau (Nabi Isa as) tidak memiliki mukjizat, lebih bejatnya lagi Mirza –la’natullah alaih- mengatakan bahwa Nabi Isa as keturunan pezina.


              Bayangkan wahai saudaraku, Nabi Isa –alaihi solatu wa salam- yang kita cintai, yang kita muliakan, yang kita imani, dihina dengan kata-kata yang keji. Bagaimana perasaan anda, saudara? Jika kita yang mengaku Muslim merasakan nikmatnya menjalankan perintah agama dengan benar, cinta kepada Islam, taat kepada Islam, pasti akan meresa SAKIT HATI apabila agama kita diobok-obok. Berbeda sebaliknya, apabila kita shalat saja jarang, tidak mengikuti ajaran agama, apalagi di dalam hatinya tidak ada rasa cintanya kepada Islam dan kaum Muslimin, maka TIDAK AKAN MERASAKAN SAKIT HATI apabila agama dihujat orang. Bahkan mereka juga akan ikut-ikutan menghujat Islam dengan kata-kata sindiran. Orang yang seperti itu derajatnya lebih rendah daripada anjing hutan, wahai saudara.

              Dengan adanya ayat-ayat di atas, bisa kita simpulkan bahwa Ahmadiyah BUKAN ISLAM, KAFIR, MURTAD, SESAT, dan KEPARAT.


              Barangsiapa yang membela Ahmadiyah (baik itu Muslim maupun Kafir) berarti ia sama keparatnya dengan Ahmadiyah, sama sesatnya, sama sintingnya, bahkan sama Iblisnya, wahai saudaraku!!!



              Love Affair Mirza

              Sebuah kisah 1001 malam mungkin membuat kita sedikit relax daripada harus menceritakan terus-menerus watak kebrengsekan dan kebejatan Mirza Ghulam Ahmad –Al Kadzdzab- dan antek-anteknya. Sebuah kisah asmara dimana Mirza Ghulam Ahmad –la’natullah alaih- menjadi tokoh Majnunnya (dari kisah Laila dan Majnun), yang telah banyak diketahui masyarakat India pada ummnya dan Ahmadiyah pada khususnya.

              Syaikh Abu Bakar Najjar, salah seorang penulis India yang cukup masyhur menceritakan kisah nyata seribu satu malam ini dengan judul: “Tahukah Tuan tentang Mirza Ghulam Ahmad yang Jatuh Cinta?” (Do You Know about Mirza Inlove?”) Islamic Publication Bureau Athlone Cape South Africa series no. 5 (terjemahan bebas).

              Ketika itu umur Mirza Ghulam Ahmad –la’natullah alaih- mencapai 50 tahun lebih (sungguh umur yang mendekati kematian). Keadaannya kian hari kian bertambah lemah dan peot, disebabkan banyaknya penyakit-penyakit yang dating menyerang (adzab ketika di Dunia khusus untuknya). Ia juga mendapat serangan penyakit pada matanya.

              Akan tetapi, tidak disangka-sangka pada suatu ketika sorot mata Mirza menyala lagi (Seperti Iblis yang terjerat nafsu). Apa gerangan yang menyebabkan mata sakit itu bersinar kembali. Ah, seorang dara ayu bernama Muhammadi Begum telah tertangkap oleh pandangan mata Iblisnya Mirza. Dara itu adalah putri dari paman ibunya, Mirza Ahmad Beg. Maka sudah menjadi suratan takdir bahwa pandangan pertama Mirza menjadi titik mula terbakarnya sang api cinta dalam kalbunya. Dan mujurlah kiranya, sebab ketika Mirza Ghulam Ahmad –la’natullah alaih- jatuh cinta, ia telah menjadi “RASUL” akhir zaman, sehingga baginya harapan untuk mempersunting sang dara tidak akan menemukan kesulitan dan rintangan.

              Namun, sayang sekali bahwa apa yang telah terjadi adalah sebaliknya. Ayah sang dara itu tidak tertarik pada kerasulan Mirza. Lebih-lebih lagi pinangan terhadap anaknya, ia tidak sudi mengorbankan anaknya untuk memenuhi hasrat nafsu Mirza yang sudah bau tanah lagi sakit-sakitan itu. Apalagi reaksi sang dara, ia menolak mentah-mentah pinangan nabi Ahmadiyah itu.

              Mirza Ghulam Ahmad –Al Kadzdzab- tidak menduga sama sekali, bahwa ia telah menerima jawaban yang mengecewakan dan menyakitkan hatinya itu. Karena itu, ia segera mengumumkan tentang wahyu yang baru saja ia terima dari Tuhannya (Iblisnya) itu. Ia berkata : “Tuhan telah mempertunangkan aku dengan dara ayu itu secara ghaib (spiritual). Dan bagi keluarga dara Muhammadi Begum, Tuhan akan memberi berkah bila nantinya mereka menyetujui pertunangan itu secara resmi.”

              Mirza juga tidak ketinggalan memberi satu peringatan keras, yaitu jika mereka menolak lamarannya itu atau mengawinkan anaknya itu dengan laki-laki lain, maka suami yang bukan Mirza itu akan mati dalam waktu dua setengah tahun kemudian dan ayah sang dara akan mati dalam waktu tiga tahun setelah perkawinan itu.

              Begitulah Mirza mengumumkan wahyu-wahyu gombalnya itu melalui risalahnya serta ia bagi-bagikan kepada khalayak ramai. Hal ini pernah ditulis dalam kitabnya “Ainae Kemalati Islam” hal 552. Juga tertulis dalam kitab Ahmadiyah “Facts About Ahmadiyyah Movement” halaman 34.

              Dalam kitabnya yang lain “Izalatil Auham” halaman 369, Mirza –la’natullah alaih- mengumumkan, bahwa Tuhan telah berfirman kepadanya, “Bahwa putri Ahmad Beg akan menjadi salah seorang istrimu, tetapi keluarganya akan menentangmu dan akan berusaha agar perkawinanmu itu tidak terlaksana. Akan tetapi jangan khawatir karena Allah akan memenuhi janji-Nya dan menyerahkan putrid itu kepadamu, dan tidak seorang pun yang sanggup menghalangi apa yang telah dikehendaki Allah.”

              Sungguhpun demikian, orang tua gadis itu sama sekali tidak terpengaruh oleh wahyu nabi jalanan itu, dan dengan tegas ditolak lamaran Mirza.

              Tatkala Mirza Ghulam Ahmad –Al Kadzdzab- mendengar lamarannya ditolak, maka hatinya menjadi hancur dan gelisah kemudian segera ia umumkan wahyunya yang baru saja ia terima dari Iblistersebut dalam kitab Asmani Risalat halaman 40, yang isinya antara lain:

              “Aku Allah telah menikahkan gadis itu padamu, hai Mirza! Tak ada perubahan atas kata-kataKu dan bila mereka melihat kekuasaanKu terjelma, mereka akan berpaling dan berkata bahwa itu adalah sihir semata.”

              Juga dalam kitabnya yang lain yaitu Tukhfah Baqdad halaman 28, Mirza berkata bahwa Tuhannya telah menyampaikan wahyu padanya, antara lain:

              “Bergembiralah eangkau hai Mirza, bahwa Aku menikahkan engkau dan Aku telah kawinkan gadis itu dengan engkau.”

              Sekali lagi, wahyu-wahyu setan Mirza tersebut TIDAK COCOK dengan kejadian yang sebenarnya. Apa yang terjadi kemudian telah membawa kehidupannya menjadi semakin susah karena sakit hati cintanya tak terbalas. Hidupnya pun berangsur-angsur turun serta meredup. Akhirnya ia menjadi buah tertawaan orangbanyak, karena wahyu-wahyunya selalu meleset .

              Dengan sisa kekuatan yang ada Mirza yang sudah belepotan malu itu harus membalas olok-olokan orang-orang itu serta berusahamenutupi kelemahannya. Dalam risalahnya tertanggal 10 Juli 1888 M, ia membalas olok-olokan mereka itu dengan kata-kata:

              “Mereka tidak percaya tanda-tandaku lalu mengejeku. Tetapi Allah akan menjadikan hidupku jaya dan mengembalikan ejekan itukepada diri mereka sendiri. Inilah wahyu dan inilah kehendak Allah dan Dia tidak mengubah kehendak-Nya. Dia berbuat sesuka-Nya. Sesungguhnya hai Mirza, Aku beserta engkau dan engkau dengan Aku, kelak Tuhanmu akan mengangkat dirimu pada kedudukan yang terpuji.” ( maksud dari “yang terpuji” di sini adalah bahwa perkawinannay dengan gadis itu akan terklaksana).

              Kita kembali ke kisah percintaan si Majnun ini. Dan bagaimana dengan Mirza? Hatinya makin remuk lebih-lebihsetelah didengarnya kabar bahwa keluarga gadis itu memutuskan untuk mengawinkan putrinya dengan seorang pemuda tampan dan gagah (sungguh berbeda dengan Mirza yang sudah bau tanah lagi sakit jiwanya) yang bernama Sultan Muhammad. Mirza sangat sedih dan hancur. Ia menangis dan menangis. Akhirnya, ia menulis surat kepada keluarga gadis itu (yang tak lain adalah paman dan bibinya sendiri). Mula-mula ia memberi peringatan, tetapi pada akhirnya, ia pun memelas memohon dengan sangat karena tak tahan lagi hidup tanpa gadis itu. Ia sudah dilanda kemusyrikan yang amat besar karena menaruh cinta yang begitu dalam kepada seseorang gadis melebihi cintanya pada Tuhannya. Na’udzubillahi min dzalik.

              Permohonannya tidak mendapat jawaban. Bahkan diantara mereka yang menolak adalah keluarganya sendiri, ialah anak istri dari Fazl Ahmad. Akibatnya Mirza kena pukul lebih hebat lagi. Lalu ia memerintahkan anaknya untuk menceraikan istrinya. Maka, terjadilah perceraian itu. (Sungguh seorang ayah yang BEJAT).

              Putranya yang lain juga tidak suka dengan cara ayahnya itu, lalu Mirza pun menghardiknya dari lingkungannya bahkan ia tidak diberi hak waris. Peristiwa ini tersebut dalam kitab Saeratul Mahdi halaman 22.

              Bahkan suatu peristiwa yang mengejutkan Mirza telah terjadi. Pada tanggal 7 April 1892 M, ketika pengikut-pengikutnya Mirza yang yang bodoh itu sedang asyik berdo’a dalam Masjid agar perkawinan itu batal, di luar mesjid terjadilah keramaian dimana pernikahan dara ayu Muhammadi Begum dengan Sultan Muhammad, tengah dilangsungkan.

              Mirza pun terpukul sangat dahsyat. Suatu pukulan yang menghantam hati dan prestigenya. Ia patah hati, putus harapan. Dalam harian Al-Hakam vol. 5 no. 29 tertanggal 1 Agustus 1901, ia menulis:


              “Sesungguhnya gadis ini belum menjadi istriku, namun demikian jangan kira aku tidak akan mengawininya, sebagaimana aku telah katakana sebelumnya. Dan barangsiapa yang mencemo’oh aku, maka akan mendapat malu. Karena gadis ini masih hidup maka ia akan menemui aku dalam suatu perkawinan yang akan dating. Ini bukan hanya harapan melainkan suatu keharusan, karena Allah telah menyampaikan kepada ku tentang ini dan Allah tidak mengubah kehendak-Nya.”

              Sungguh nekat memang. Ia menanti-nanti harapannya itu, namaun tak kunjung datang. Sedang ia telah terlanjur mengumumkan wahyu-wahyunya Ia pun menjadi seorang yang pencemburu berat.

              Dua setengah tahun berlalu, dua sejoli itu pun masih hidup sehat wal afiat dan hidup bahagia. Ketika perang dunia pertama pecah, suami Begum ikut dalam peperangan, ia mendapat luka-lukatetapi kemudian sembuh kembali. Dan hidup rukun bersama istrinya bertahun-tahun dalam hidup damai dan bahagia.

              Pada tahun 1908, jauh sebelum perang dunia pertama itu pecah, Mirza Ghulam Ahmad –la’natullah alaih- itu pun mati akibat penyakit koleranya yang menjijikan itu yang ia derita. Suatu hal yang aneh memang, bagi orang-orang yang mengetahui kisah si nabi kolera ini, ialah para pengikutnya yang super tolol itu masih saja ingin membela dan mengikuti nabi yang sial ini, Untuk menutupi rasa malu akibat kegagalan Mirza memikat sang dara Begum. Pembelaan demi pembelaan mereka tujukan kepada duniadi luar Ahmadiyah, yaitu bahwa apa yang diramalkan nabi kolera ini mengandung makna yang lain daripada yang dikatakan.

              Memang sungguh tragis dan dramatis, selalu ada saja jalan untuk menutupi kesesatan.



              Antek-Antek Penjajah Inggris

              “Kiamat tidak akan tiba sebelum para Dajjal pendusta dibangkitkan yang jumlahnya hamper tiga puluh orang. Setiap mereka mengaku bahwa dirinya adalah rasul (utusan Allah).” (HR. Bukhari dan Muslim)

              Mirza Ghulam Ahmad –Al Kadzdzab- selain mengaku nabi, disamping dusta, dia menulis buku selebaran yang isinya Ahmadiyah siap mengorbankan harta dan nyawa mereka untuk penjajahan Inggris di India (Mereka mendukung penjajah) dan Mirza -la’natullah alaih- menghapus jihad sampai membuat kitab sebanyak 50 lemari untuk menghapus jalan juang Islam dan kaum Muslimin (Jihad). Jika orang tidak ada yang berjihad, kan penjajah bisa menguasai India tanpa perlawanan. Karena para penjajah takut dengan jihad maka, dihapuslah hukum itu.

              Karena dianggap membawa manfaat untuk kolonialism (penjajah) maka, Amadiayah pun dibawa oleh Belanda ke tanah jajahannya yaitu Indonesia pada tahun 1926, untuk mencuci otak orang-orang Indonesia.


              Jadi, dari kesimpulan di atas, saya menyimpulkan bahwa Ahmadiyah BUKAN pejuang TETAPI antek, juga BUKAN pahlawan TETAPI pengkhianat.



              Ahmadiyah Lahore

              Ahmadiyah ada 2 jenis:

              1. Ahmadiyah Qadian (menganggap Mirza Ghulam Ahmad –la’natullah alaih- sebagai nabi, rasul, Imam Mahdi, Nabi Isa as, Siti Maryam, bahkan dia mengaku-ngaku sebagai Allah). Disebut-sebut sebagai Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)

              2. Ahmadiyah Lahore (menganggap Mirza Ghulam Ahmad –la’natullah alaih- sebagai mujaddid/pembaharu). Disebut-sebut sebagai Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI).


              Kedua-duanya sama-sama sesat dan WAJIB dibubarkan oleh pemerintah. Kalau GAI menganggap Mirza hanya sebagai mujaddid (Imam), apakah orang yang telah miring otaknya, mengutak-atik Al Qur’an, Syahadat, Rukun Iman, juga Rukun Islam itu pantas disebut mujaddid???


              Mengaku sebagai Maryam

              Mirza Gulam Ahmad –Al Kadzdzab- berkata:

              “Firman Tuhan yang telah kubentangkan pada beberapa tempat dalam bukuku Brahin Ahmadiyah menjelaskan bagaimana Tuhan Maha Kuasa menjadikanku sebagai Isa bin Maryam. Dalam buku ini mula-mula Tuhan menamaiku Maryam dan kemudian menyingkap bahwa Tuhan telah menembuskan ruh-Nya ke dalam Maryam ini dan bersabda bahwa sesudah penghembusan ruh ini keadaanku sebagai Maryam berubah menjadi keadaanku sebagai Isa, dan dengan demikian Isa yang lahir dari Maryam dinamai anak Maryam. (Haqiqatul wahyi, h. 72, Catatan Kaki, seperti dikutip

              Majalah Ahmadiyah, Sinar Islam, 1 November 1985, h 11).
              “Apakah mungkin Mirza yang berkelamin laki-laki menjadi Maryam yang berkelamin perempuan, lalu berubah lagi menjadi Isa yang berkelamin laki-laki. Jangan-jangan Mirza Ghulam Ahmad seorang waria lagi!!! Apakah ada nabi darai bangsa waria???

              “(ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).” (QS Ali Imran : 45)

              Maksud dari ayat diatas sangat jelas, Maryam yang dimaksud adalah Siti Maryam wanita yang suci. Bukan Mirza Ghulam Ahmad yang jadi-jadian.

              “jika Nabi menceraikan kamu, boleh Jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.” (QS At Tahrim : 5)

              Ibnu Katsir juga menjelaskan tentang ayat ini, yang berhubungan dengan hadist : “bahwa Maryam Asiyah (Istri Fir’aun) kelak termasuk istri-istri Nabi Muhammad saw di surga.” Sebagaimana firman Allah ta’ala : “yang janda dan yang perawan”




              Jadi jelaslah wahai saudaraku, mari kita bersatu untuk BUBARKAN AHMADIYAH !!!

              Wassalamu ala manitaba’al huda (Keselamatan atas siapa yang mengikuti petunjuk).

              11:45 AM | Posted in , , | Read More »

              Syiah Membuka Kedoknya

              ,
              بسم الله الرحمن الرحيم

              Nabi Shollallohu 'Alayhi wa Salaam bersabda :
              “Barangsiapa keluar dari ketaatan dan memecah belah jama’ah, kemudian ia mati, maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah. Barangsiapa berperang dibawah fanatisme kesukuan, marah karena fanatisme dan berperang karena fanatisme pula, maka ia bukan golonganku. Dan barangsiapa keluar memerangi ummatku dengan menebas orang yang baik2 dan orang yang durhaka (sekaligus, maksudnya membunuh mukmin dan kafir secara bersamaan), tidak mengecualikan yang mukmin, dan tidak memenuhi janji orang yang mendapatkan jaminan, MAKA IA BUKAN GOLONGANKU." (Kitab al Imarah , Imam Muslim dari Abu Hurairah ra. Hal. 54)
              Nabi Shollallohu 'Alayhi wa Salaam juga bersabda :

              "Akan ada nantinya PENYEBAR FITNAH, yakni siapa saja yang hendak mencerai beraikan urusan ummat yang telah bersatu, MAKA TEBASLAH IA DENGAN PEDANG, SIAPAPUN IA !" (Kitab al Imarah , Imam Muslim Hal. 59)
              Amirul Mukminin Umar bin al Khaththab ra pernah memerintahkan supaya orang yang melebihkan dirinya (memuja dengan amat sangat) di atas Amirul Mukminin Abu Bakar ra, harus DIHUKUM CAMBUK karenanya. (Majmu Fatawa , al Imam Ibnu Taimiyyah rhm Hal. 547)
              (nah, kalau Syiah yang melebih2kan Amirul Mukminin Ali ibn Abi Thalib ra, melebihi Nabi SAW….harus dihukum apa ????????)
              Ini adalah Sunnah Amirul Mukminin Ali ra dan selainnya. Beliau telah memerintahkan untuk menghukum Syiah. Juga Umar ra menghukum dengan mendera mereka. Serta yang berlebih2an harus dibunuh berdasarkan kesepakatan ummat Islam, yakni orang yang meyakini ketuhanan dan kenabian pada diri Ali….(Majmu Fatawa , al Imam Ibnu Taimiyyah rhm Hal. 547)
              Mereka semua (syi’ah) adalah KAFIR, yang lebih kafir dari daripada Yahudidan Nashrani. Jika itu tidak ditampakkan, berarti mereka munafiq yang akan berada dalam neraka kelak. ….(Majmu Fatawa , al Imam Ibnu Taimiyyah rhm Hal. 548)
              Ini bukan hanya khusus untuk Syi’ah saja, melainkan juga bagi siapa yang ekstrim terhadap seorang syaikh. Misalnya ia berkata, “Syeikh itulah yang memberi rizki, atau dialah yang lebih utama dari Nabi saw.” Mereka semua adalah kafir yang wajib di perangi menurut ijma umat Islam. ….(Majmu Fatawa , al Imam Ibnu Taimiyyah rhm Hal. 548)
              Majalah Sabili juga pernah memberitakan, aliran syi’ah yang mengkafirkan sebagian shahabat Nabi ini terus bergeliat. Di Jawa Timur, gerakan syi’ah cukup berkembang pesat. Mereka tergabung dalam IJABI (Ikatan Jama’ah Ahlul Bait Indonesia). Pengikutnya pun banyak, dari yang awam sampai yang ikut-ikutan ajah, wilayahnya, Surabaya, Bangil dan Malang. (Nabi Nabi Palsu dan Para Penyesat Ummat , Ust. Hartono Ahmad Jaiz Hal. 282)
              Mereka juga punya banyak pesantren…..so Waspadalah !
              Mungkin ada yang nyeletuk, apakah ada fatwa dari MUI ????
              Hasil Rakernas MUI 1404 H/1948 M merekomendasikan paham syi’ah……
              Yang salah satu butirnya (ya’ni di butir yang terakhir) :
              "Mengingat perbedaan2 pokok antara Syi’ah dan Ahlussunnah wal jama’ah (sunni) seperti tsb di atas, terutama perbedaaan mengenai imamah (Pemerintahan). Majelis Ulama’ Indonesia menghimbau kpd Ummat Islam Indonesia yang berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah agar meningkatkan KEWASPADAAN kemungkinan masuknya paham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah." (www.mui.or.id)
              Syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyyah rhm : “Syi’ah itu aliran yang sangat jauh sesatnya, sangat jauh dari tauhid.” (Minhajus Sunnah , Imam Ibnu Taimiyyah jilid 8)
              Tokoh2 syi’ah yang ada di Indonesia, seperti Jalalludin Rakhmat, Alwi Shihab, Quraish Shihab, Haidar Bagir dll
              Sedangkan di Iran (Syi’ah Centre) Ahmaddinejad, Ali Khomenei dan guru ter”mulia” mereka yang sudah mati, Ali Khomeini….



              SYI’AH CENTRE
              Karakteristik bangsa Iran (Persia Raya) pada hari iniadalah sebagaimana karakteristik bangsa Persia yang ngeyel bin ngotot pada masa awal Islam. Maka sesungguhnya, bangsa Iran pada hari ini benar2 telah kembali pada asal usulnya sebagai kaum Musyrik-Paganis, ya’ni dengan mengikuti salah satu dari pecahan firqah (golongan) Syi’ah, ya’ni Syi’ah Rafidhah / Ja’fariyah / Imammiyah / Itsna Asyariyah yang merupakan kelompok Syi’ah terbesar. Golongan (firqah) ini benar2 telah menyimpang dari ajaran Islam yang shahih (benar).
              Mungkin sudah cukup kesaksian dari mantan mantan Ulama’ Syi’ah, seperti Dr. Musa al Musawi dan Dr. Sayyid Husein al Musawi dimana keduanya telah berpindah ke agama Islam, suatu pertanda bahwa Syi’ah bukanlah Islam dan Islam bukanlah Syi’ah (jangan tertipu !)
              Bak kera yang kebakaran bulu, ulama Syiah di Najaf pada 20 Shafar 1421 H (live in Najaf) langsung mengeluarkan fatwa yang berbunyi nyaring :

              “PENDAPAT KAMI TENTANG ORANG YANG BERNAMA HUSEIN AL MUSAWI, DIA ADALAH SESAT DAN MENYESATKAN, SEMOGA ALLAH MEMBUTAKAN PANDANGANNYA SEBAGAIMANA DIA MEMBUTAKAN HATINYA, KARENA DIA TELAH MENJADI SEBAB TERFITNAHNYA BANYAK MANUSIA. SEMOGA ALLAH MELAKNATNYA. PARA TOKOH HAUZAH TELAH MENCABUT GELAR KEILMUANNYA, DAN SEMUA HUKUM ORANG MURTAD TELAH DIJATUHKAN PADANYA, SERTA RISALAH ILMIYAH TIDAK DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN. KAMI JUGA MNGELUARKAN FATWA ATAS HARAMNYA MEMBACA BUKUNYA YANG BERJUDUL “LILLAHI TSUMMA LI AT TARIKH” (UNTUK ALLAH KEMUDIAN UNTUK SEJARAH).”
              TTD
              HUSAIN BAHRUL ULUM
              Melihat fatwa tersebut, kami juga ingin menanggapi fatwanya : “Sejuta jempol buat HUSAIN BAHLUL ULUM, selamat, anda telah membuka kedok anda, bahwa anda BUKAN ISLAM.”
              Juga perhatikan pula ucapan si Khomeini (sang idola ahmaddinejad) di dalam kitabnya Al Hukumah Al Islamiyyah (hal. 52-53), “Sesungguhnya di antara keharusan madzhab kami, bahwa para Imam kami mempunyai posisi yang tidak dicapai oleh malaikat atau nabi dan rasul.”
              Kekafiran Syi’ah telah dikukuhkan oleh fatwa sejumlah ulama’ kaum Muslimin dari masa ke masa :
              • Imam Malik
              • Imam Syafi’i
              • Imam Ahmad
              • Imam Bukhari
              • Imam Abdurrahman al Mahdi
              • Imam Muhammad bin Yusuf al Faryabi
              • Ahmad bin Yunus
              • Abu Zur’ah ar Razi
              • Ibnu Qutaibah
              • Abdul Qadir Al Baghdadi
              • Al Qadhi Abu Ya’la
              • Al Asyfaraini
              • Imam Ghazali
              • Al Qadhi Iyadh
              • As Sam’ani
              • Fakhrur Razi
              • Al Qurthubi
              • Syaikhul Islam al Imam Ibnu Taimiyyah
              • Ibnul Qayyim al Jauziyyah
              • Adz Dzahabi
              • Ibnu Katsir
              • Al Alusi
              • Ali bin Sulthan bin Muhammad al Qaari
              • Abul Mahasin Yusuf al Wasithi
              • Ali Asy Syaukani
              • Dr. Taqiyuddin al Hilali al Husaini
              • Muhammad Bahjah Al Baithar
              • Muhammad Rasyid Ridha
              • Prof. Dr. Muhammad Alwi al maliky al Hasani
              • Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
              • Syeikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi
              • Syeikh Muhammad Nashiruddin Al Albani
              • Syeikh Su’ud Asy Syuraim
              • Syeikh Musthafa al Adawi
              • Syeikh Abu Abdillah Usamah ibn Ladin
              • Syeikh Ayman Al Zawahiri
              • Syeikh Utsaimin, dll Ulama’2 Ahlussunnah lainnya.
              Semoga Alloh merahmati kesemua Ulama’ ini. Amiin yaa Robbal ‘Alamain.
              Jadi, WASPADALAH YAA MUSLIMIN….

              11:33 AM | Posted in , , | Read More »

              Recently Commented

              Recently Added