SURAT DARI IBLIS UNTUK MU



Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktivitas harianmu. kau bangun tanpa sujud sholat tahajud, serta tidak mengerjakan subuhmu.

Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan ‘Bismillah’ sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isya sebelum berangkat ketempat tidurmu.

Kau benar2 orang yang ‘bersyukur’, Aku menyukainya Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu..

Hai Bodoh, Kamu millikku. Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu.

Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah. Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah. Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya.

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu di hari depan.
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa-masa yang kita jalani.

Kita nonton film ‘porno’ bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, mempersenda dan mempermainkan perasaan orang, munafik, makan sekenyang-kenyangya, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, pacaran,  tidak menghargai Masjid, mencampur baurkan diri antara pria wanita (ikhtilat), berperilaku buruk bahkan kau sudah bisa mencintai demokrasi, minimal ikut serta dalam berdemokrasi. TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.

Ayolah,  Hai Sayang, kita terbakar bersama, selamanya. Aku masih memiliki rencana-rencana hangat untuk kita.

Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu. Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu. Bahkan saat ini kau sudah tak mau lagi mendengarkan nasihat dari orang yang perduli dengan keimananmu kan.. aku suka itu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.. Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.

Saat kau tidak bisa menjaga kemuliaanmu seorang hamba-Nya yang beriman, kau pun tersenyum.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu. Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa, meski dengan syubhat meski kau masih memakai ‘baju’ keagamaanmu. Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah sesenang mungkin.

Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya. Begitulah anak-anak. Dan aku lebih senang jika kau menampakan zinamu di hadapan mereka. Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang.

Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi. Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.

Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit. Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.

Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu. Hanya saja kau harus menjadi orng bodoh yang lebih baik dimata ALLAH.

 

Catatan :
Jika kau benar-benar menyayangiku (iblis), kau tak akan memberi surat ini kepada siapapun..

“Dan katakanlah,”Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”
(QS.Al-Mu’minun 23:97-98)

2:34 PM | Posted in , | Read More »

PERKATAAN JUJUR SEBAGIAN KAUM NASRANI TERHADAP ISLAM : "BARAT (PERADABAN KRISTEN) HARUS BELAJAR DARI PERADABAN ISLAM"

Thomas Carly (seorang filosof besar berkebangsaan Inggris dalam kitabnya yang berjudul “Para Satria” ) :
“Sungguh sangat naïf, jika ada salah seorang daripada generasi anak zaman ini yang menebar provokasi bahwa Islam adalah agama bohong, atau menuduh Muhammad tidak benar. Sudah saatnya bagi kita untuk menepis provokasi keji tersebut, mereka yang menuduh Islam agama bohong dan Muhammad tidak benar, merekalah sejatinya yang bohong!

Prof. Messo Gabriel (anggota Dewan Keilmuan Perancis dan pakar sejarah Eropa) :
“Pasca kehadiran Nabi yang menyatukan kabilah – kabilah Arab dalam satu tujuan hidupdan satu visi kehidupan, simpati dan pengikutnya membentang dari sungai Tage, Spanyol hingga sungai Gangga di India. Menegakkan panji peradaban dan kebudayaan ke seluruh permukaan bumi, pada saat bangsa Eropamasih terlelap dalam kebodohan di abad pertengahan. Para pemeluk Islam menyebar ilmu pengetahuan, memungkasi prilaku barbar, dan melapangkan jalan pencerahan bagi masyarakat Eropa. Maka sungguh naïf melupakan jasa besarkaum Muslimin, bangsa harus berterima kasih kepada umat Islam, berkat jasa baik mereka, kini menjadi bangsa berperadaban yang maju.”

Alexander Hompolet :
“Bangsa Arab sengaja dicipta Tuhan untuk menjadi mediator kemajuan bangsa – bangsa di dunia melalui ajaran Islam.”

Reinart Dezy (Sejarawan Belanda dalam karyanya : “Analisa tentang Sejarah Islam”):
“Ekspansi Islam yang spektakuler, berikut sikap santun orang – orang Islam di Negara – Negara yang mereka duduki, lebih – lebih cara mereka memperlakukan penduduk negeri tersebut sungguh menakjubkan, orang – orang Islam itu mengenalkan ajaran Islam yang bersendikan nilai – nilai kasih saying, persaudaraan, keadilan, kemuliaan, dan penghormatan terhadap hak – hak asasi manusia, sama sekali tidak akan bisa ditemukan pada komunitas maupun bangsa lain di dunia ini.”

Ia melanjutkan :
“Ketika bangsa Eropa masih tertidur lelap dalam buaian kebodohan, mereka sama sekali tidak pernah melihat cahaya pencerahan (ilmu pengetahuan) meski sebesar lubang jarum. Tiba – tiba bangsa Eropa disinari cahaya ilmu pengetahuan yang dibawa umat Islam.”

Issac Taylor (pimpinan Gereja Inggris) :
“Islam menyebar panji peradaban yang belum dipelajari umat manusia. Kontribusi ajaran Islam sangat mengagumkan bagi kemajuan Eropa, kehadiran Islam di bumi Eropa mampu membangkitkan “penghuni” (masyarakat Eropa dari tidur panjang mereka.”


Gustav Lobon (Ilmuan ternama Perancis dalam bukunya : “Peradaban Arab”) :
“Ajaran tauhid Islam, mampu mencairkan (melebur) semua system kepercayaan sebelumnya, inilah rahasia kekuatan Islam. Jalan ketuhanan yang ditawarkan Islam sangat simple dan mudah dipahami siapa saja, sebuah etos penyembahan yang tidak berbelit – belit, mudah dicerna dan dipraktekan, yang tidak akan pernah ditemukan dalam agama – agama lain.”

Johan Van Gite (penyair utama Jerman /1749 – 1832 M) : Jika al Qur’an ini merupakan inti ajaran Islam, maka setiap pemikir di dunia ini adalah Muslim. Ajaran al Qur’an mencakup semua dimensi kehidupan, dan bersifat universal. Apapun metode dan sistem yang dibuat manusia, mustahil bisa menyerupai al Qur’an.”

Jebb (seorang orientalis Inggris) :
“Islam akan menjadi kekuatan penyeimbang antara dua kubu adidaya dunia. Kekuatan Barat yang diwakili kapitalisme dan Imperialisme Eropa vis a vis dengan kekuatan Timur yang diwakili sosialisme komunis Rusia. Kekuatan ekonomi Barat akan berbentur keras sistem sosialisme Timur, kecuali jika Islam menjadi jembatan diantara keduanya.”

Willy (Sejarawan Inggris dalam bukunya “Kongklusi Sejarah”) :
“Islam mengajarkan sistem politik utama yang patut dijadikan rujukan politik sepanjang lorong waktu kehidupan ini. Islam juga mengajarkan hidup produktif dan pola hidup yang bergerak.”

Sir Thomas Arnold (Pemikir besar Inggris / 1795 – 1847 M, dalam karyanya “Bangsa Barat dan Dunia”) :
“Andai bukan karena jasa baik umat Islam, mustahil bangsa Eropa mampu meraih kemajuan yang mereka raih saat ini.”

Bernard Shaw (Filosof agung Inggris ) :
“Dalam situasi dunia yang mencekam seperti ini, sungguh masyarakat dunia butuh sosok manusia seperti Muhammad . Pemimpin seperti dialah yang mampu mengetas mega permasalahan dunia, hanya dengan duduk sambil menyeduh kopi.”

Lora Viessa (Penulis wanita Italia dalam karyanya : “Kebaikan – Kebaikan Islam) :
“Sungguh menakjubkan ajaran Islam, kehadirannya laksana mukjizat bagi kehidupan umat manusia, ia mampu merubah suku – suku yang bertikai sepanjang kurun menjadi suku – suku yang bersaudara dan bersatu.”

Will Durrant :
“Hanya Islam-lah agama yang mengajarkan kebebasan bertanggung jawab, baik di hadapan sesama manusia, lebih – lebih di hadapan Allah.”

Libby West (Pemuka orientalis Austria) :
“Ajaran Islam tidak mengenal kelas social, manusia di mata ajaran Islam adalah sama dan setara. Padahal sejarah kehidupan manusia, banyak dipenuhi kasus pertikaian kelas social dari berbagai bangsa di muka bumi ini. Inilah kehebatan Islam, yang menganjurkan menghormati, menghargai, dan memuliakan martabat kemanusiaan seorang manusia.”

10:32 AM | Posted in , | Read More »

“HADIAH MEWAH” UNTUK PENGHINA RASULULLAH SAW

بسم الله الرحمن الرحيم 

Benarkah Rasulullah ketika dicaci maki diam saja ? Kita lihat tindakan Rasulullah berikut ini terhadap pencaci maki dirinya (sebagai seorang Nabi & Rasul) dan pencaci maki agamanya ketika beliau telah Hijrah.

Ka’ab Sang Penghina
Tersebutlah Ka’ab bin Al-Asyraf salah seorang Yahudi keturunan Bani Nadhir yang menjadi pemimpin salah satu benteng Yahudi di tenggara Madinah. Ia berasal dari kabilah Tho’i, dari Bani Nabhan dan ibunya berasal dari Bani Nadhir.

Ia dikenal sebagai pemuda tampan milik Yahudi yang kaya raya waktu itu, ia juga suka berbuat baik kepada orang – orang Arab. Ia juga dikenal sebagai seorang penyair. Dengan sayirnya ia menghina Rasulullah – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya – habis - habisan.

Ketika pasukan kaum Muslimin dapat membunuh pemuka – pemuka musyrikin Quraisy yang suka menganiaya Nabi – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya- dan para Shahabatnya –semoga Alloh meridhoi mereka semua- , Ka’ab bin Al-Asyraf langsung memaki – maki Nabi dan kaum Muslimin di pasar – pasar Yahudi, di hadapan orang banyak.

Dengan propaganda provokatifnya, Ka’ab membangkitkan lagi semangat kaum musyrikin Quraisy untuk melawan dan membantai kaum Muslimin.

Berita tentang Ka’ab bin Al-Asyraf pun telah sampai ke telinga Nabi – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya- dan para Shahabatnya –semoga Alloh meridhoi mereka semua-.

Kemudian Alloh –Yang Maha Perkasa- menurunkan ayat :
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al-kitab? Mereka percaya kepada yang disembah selain Alloh dan thoghut, dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (An-Nisaa’ : 51)

Kemudian Ka’ab bin Al-Asyraf –semoga Alloh mengadzabnya- kembali lagi ke Madinah, sambil merangkum bait – bait syair baru yang menjelek – jelekan isteri – isteri para Shahabat dengan ketajaman lidahnya dan kedengkian hatinya.

Pada saat itu Rasulullah –semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya- mengajukan pertanyaan kepada sebagian Shahabatnya –semoga Alloh meridhoi mereka semua-, “Siapakah yang berani menghadapi Ka’ab bin Al-Asyraf  ?? Sesungguhnya ia telah menyakiti Alloh dan Rasul-Nya.”

Muhammad bin Maslamah bangkit dan berkata, “Saya Ya Rasulullah. Apakah engkau suka jika saya membunuhnya ?”

“Benar.” jawab Nabi – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya-.

“Perkenankan saya untuk menyampaikan siasat (taktik untuk membunuh Ka’ab).” kata Muhammad bin Maslamah –semoga Alloh meridhoinya-.

“Katakanlah,” jawab Nabi – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya-

Dalam siasat itu ada beberapa Shahabat yang maju ke depan, ya’ni Muhammad bin Maslamah, Ubbad bin Bisyr, Abu Na’ilah (saudara Ka’ab sepersusuan), Al-Harits bin Aus dan Abu Abbas bin Jabr. Yang memimpin batalyon (kelompok) ini adalah Muhammad bin Maslamah.


Memulai Skenario
Dan Muhammad bin Maslamah menjabarkan skenarionya untuk membunuh Ka’ab bin AL-Asyraf di  hadapan Nabi – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya-.

Ibnu Maslamah pun mendatangi Ka’ab dan berkata, “Sesungguhnya Muhammad telah meminta shodaqah kepada kami, namun begitu ia juga telah banyak membantu kami.” katanya seolah – olah ia tidak suka kepada Rasulullah – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya-.

Ka’ab menjawab, “kamu pasti akan merasa bosan menghadapinya.”

Muhammad bin Maslamah berkata lagi, “Sesungguhnya kami telah mengikutinya. Kami tidak akan meninggalkannya sebelum tau kemana dia akan membawa urusannya. Untuk itu beilah kami pinjaman beberapa gantang (untuk membayar shodaqoh ke Nabi – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya-).”

“kalau begitu serahkan jaminannya.” sahut Ka’ab. Sebagai orang Yahudi, Ka’ab pun mengamalkan ajaran Yahudinya, ya’ni berbuat Riba. Meminjamkan uang dengan jaminan yang cukup besar.

“Apa yang kau inginkan ?” tanya Muhammad bin Maslamah.

“Wanita – wanita kalian.” jawab Ka’ab.

“Bagaimana mungkin kami menjaminkan wanita – wanita kami, sementara engkau adalah penduduk Arab yang paling tampan.” jawab Muhammad bin Maslamah.

“kalau begitu anak – anak kalian.” kata Ka’ab.

“Bagaimana mungkin kami menjaminkan anak – anak kami, bisa – bisa kami akan dicemooh nantinya.”

Ada yang berkata, “Memang harus ada jaminan untuk pinjaman beberapa gantang . Tapi itu merupakan aib bagi kami. Bagaimana jika kami menjaminkan senjata kami ?”

Maka Muhammad bin Maslamah berjanji akan mendatanginya lagi. Abu Na’ilah juga berbuat hal yang sama dengan ibnu Maslamah. Dia menemui Ka’ab dengan melantunkan syair – syairnya. Kemudian dia berkata, “Celaka wahai Ibnul Asyraf. Sesungguhnya aku datang untuk suatu keperluan.” Lalu Abu Na’ilah menyebutkan keperluannya dan meminta agar hal itu dirahasiakannya.

“Akan kutepati.” jawab Ka’ab.

“Kedatangan orang ini (Rasulullah) akan menjadi bencana bagi kami, karena bangsa Arab akan menyerang kami, melemparkan anak panah dari satu busur, memutus jalan kehidupan kami hingga keluarga kami menjadi terlantar, semua orang menjadi susah payah, kami dan keluarga kami akan menjadi payah juga.”

Kemudian terjadilah dialog panjang antara Abu Na’ilah dan Ka’ab bin Al-Asyraf seperti yang dilakukan Muhammad bin Maslamah. Abu Na’ilah menambahi, “Aku juga mempunyai beberapa kawan lain yang sependapat denganku. Aku akan datang bersama mereka nanti untuk menemuimu. Maka kau harus bersikap ramah kepada mereka.”

Sampai disini sempurnalah scenario suci yang telah mereka rancang sendiri. Sementara Ka’ab tidak boleh dan tidak bisa menolak keduanya untuk membawa senjata dan juga kawan – kawannya dalam pertemuan berikutnya.


Pembunuhan!
Pada suatu malam yang cerah, rembulan bersinar terang, 14 Rabi’ul Awwal 3 H, beberapa orang shahabat yang telah menjadi batalyon Muhammad bin Maslamah berkumpul di hadapan Rasulullah – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya-. Beliau mengantar mereka sampai Baqi Al-Ghorqod, lalu menyampaikan arahan kepada mereka, “Pergilah atas nama Alloh. Ya Alloh, tolonglah mereka.” Setelah itu beliau – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya- kembali lagi ke rumah untuk sholat dan berdoa.

Batalyon itu (Muhammad bin Maslamah, Abu Na’ilah, Al-Harits bin Aus, Ubbad bin Bisyr dan Abu Abbas bin Jabr) berhenti di dekat benteng Ka’ab Al-Asyraf.  Abu Na’ilah memanggil Ka’ab dengan berbisik pelan. Maka Ka’ab bangkit untuk turun dari benteng.

“pada malam – malam begini engkau hendak pergi ?” tanya isterinya yang masih muda belia. Isterinya berkata lagi, “Aku mendengar sebuah suara seakan tetesan darah.”

“Mereka adalah saudaraku, Muhammad bin Maslamah, dan saudara susuanku, Abu Na’ilah. Jika dipanggil untuk urusan bunuh – membunuh yang namanya orang terhormat itu tentu akan menemuinya.” Kemudian dia keluar dari benteng , menyebarkan aroma harum da rambutnya disisir rapi.

Sementara itu, Abu Na’ilah berkata kepada teman – temannya, “Apabila dia sudah tiba, maka aku akan memelu kepalanya dan menciumnya. Jika kalian sudah melihatku sudah bisa memegag kepalanya, maka tikamlah dia dari belakang.”

Setelah Ka’ab Al-Asyraf tiba, mereka mengobrol barang sejenak. Lalu Abu Na’ilah berkata, “Wahai Ibnul Asyraf, maukah kau jalan – jalan bersama kami ke celah bukit, lalu kita mengobrol di sana menghabiskan sisa malam ini ?”

“Kalau memang itu yang kalian kehendaki.” jawab Ka’ab tanpa curiga. Dan mereka pun pergi.

“Aku tidak pernah merasakan yang lebih bagus dan harum daripada malam ini.” kata Abu Na’ilah sambil jalan – jalan.

Ka’ab terpedaya dengan apa – apa yang didengarnya dari mulut Abu Na’ilah. Ka’ab berkata, “aku pun mempunyai seorang wanita Arab yang paling harum baunya.”

“Kalau begitu bolehkan ku mencium aroma rambutmu ?” tanya Abu Na’ilah.

“Boleh saja.” jawab Ka’ab.

Abu Na’ilah mencium rambut Ka’ab, lalu memberi isyarat kepada kawan – kawannya. Setelah berjalan beberapa saat, Abu Na’ilah meminta lagi untuk bisa mencium rambut Ka’ab. “Bolehkah aku mencium rambutmu lagi ?”


“Boleh” jawab Ka’ab. Karena suasana yang akrab dan hangat ini Ka’ab merasa tenang hatinya. Lalu berjalan lagi beberapa saat, dan Abu Na’ilah meminta izin untuk bisa mencium rambut Ka’ab sekali lagi. Maka untuk yang terakhir kali ini Abu Na’ilah menyusupkan tangannya ke rambut Ka’ab sambil menjambaknya dengan kuat – kuat, dia pun berteriak, “Diamlah hai musuh Alloh!!!” 

Pedang kawan – kawan Abu Na’ilah (Al-Harits bin Aus, Ubbad bin Bisyr dan Abu Abbas bin Jabr) pun berseliweran ke arah Ka’ab, tapi sayangnya tidak ada yang kena. Lalu Muhammad bin Maslamah langsung menghunuskan belatinya dan menusukkannya ke punggung Ka’ab hingga tertembus ke perut bagian bawahnya. Lalu Ka’ab berteriak dengan sangat keras sampai para penghuni benteng bangun mendengarnya dan menyalakan pelita dari rumah – rumah mereka. Lalu matilah Ka’ab Al-Asraf –semoga Alloh mengadzabnya- dengan seketika.


Misi Suci Selesai
Lalu batalyon Muhammad bin Maslamah pulang dengan membawa kepala Ka’ab. Akan tetapi Al-Harist bin Aus terluka parah akibat sabetan pedang kawan – kawannya sendiri dan banyak mengeluarkan darah. Mereka terus berjalan denga cepat hingga tiba di Harratul Uraidh. Karena kondisi Al-Harits semakin melemah karena mengeluarkan banyak darah sehingga jalannya selalu tertinggal. maka kawan – kawannya pun membopongnya hingga sampai di Baqi’ Al-Ghorqod. Sesampainya di Baqi’ mereka bertakbir dengan suara keras hingga terdengar oleh Rasulullah – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya-.


Beliau tau bahwa mereka telah berhasil melaksanakan tugas, lalu beliau ikut bertakbir juga. Setelah batalyon itu tiba di hadapan Rasulullah – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya-, maka beliau bersabda, “Wajah – wajah yang bruntung.”

“Begitu pula dengan engkah wahai Rasulullah.” kata mereka sambil melemparkan penggalan kepala Ka’ab di hadapan beliau.

maka beliau memuji Alloh atas terbunuhnya Ka’ab.Setelah itu beliau meludahi luka Al-Harits dan al-hamdu lillah lukanya pun sembuh dengan seketika, hingga tak tersisa lagi.



Yahudi Ketakutan
Setelah mengetahui terbunuhnya pemimpin mereka, Ka’ab Al-Asyraf, maka kaum Yahudi pun dirasuki perasaan cemas dan takut. Kini mereka tau, bahwa Muhammad Raslullah – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya- tidak sungkan – sungkan untu melawan orang – orang yang selalu memusuhi agamanya dan kaum Muslimin.

Keluarlah sifat asli Yahudi, mereka pun tidak berani berbuat apa – apa atas kematian pemimpinnya itu. Mereka pun bagai ular yang masuk lagi ke dalam sarangnya.



Hikmah Kisah
Dari kejadian yang pernah terjadi itu, sangatlah jelas bahwa hukuman bagi penghina Nabi adalah DIBUNUH!

Dan Nabi – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya- pun merestuinya. Meskipun bagi sebagian para pengamat dan pejabat bodoh menganggap itu melanggar HAM (alat yang dimainkan musuh Alloh untuk membungkam ajaran Islam).

Dengan dibunuhnya penghina tersebut secara tragis, dapat menimbulkan efek yang sangat indah. Efek samping itu adalah menjadi takutnya musuh – musuh Alloh, menjadi gentarnya hati – hati mereka jika ingin mencela atau berbuat jahat terhadap kaum Muslimin ataupun ajarannya.

Jika keadaan itu sudah terjadi, maka tidak akan ada lagi pelecehan agama, dan semata – mata agama ini hanya untuk-Nya –Yang Maha Tinggi-. Maka terjadilah situasi dan kondisi yang aman dan terkendali.

Itulah yang dimaksud Rahmatan Lil ‘Alamiin (rahmat bagi seluruh alam).


Semoga kita semua bisa menerapkan apa – apa yang Nabi – semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya- telah merestuinya, Insyaa’ Alloh.

8:25 PM | Posted in , | Read More »

Recently Commented

Recently Added