untuk AKU dan untuk KAMU, saudariku fillah.. ♥♥♥ [tolong jgn diabaikan]

Bismillah

duhai engkau yang terselimuti di balik tabir
jangan kau gadaikan harga dirimu karena kesenannganmu semata
jangan kau berikan canda tawamu dan suara merdumu kepada para lelaki ajnabi itu

duhai kamu yang selalu menutupi diri
sehelai kain yang menutupi dirimu memang tiada berharga
namun itulah harga dirimu
sekali lagi, ITULAH HARGA DIRIMU

bukankah Rasul ku dan mu pun berkata bhwa salah satu wanita yang dinaungi Surga
adl mreka yang mampu menjaga dirinya dari perbuatan haram
iingatlahhhhh, mereka bukan suami mu !
mereka bukan seseorang yang halal bagimu untuk bercumbu rayu dengan mereka

TAKUTlah kau duhai ukhti akan adzab Robb-mu
jika iman para lelaki itu telah tergoda olehmu

duhai kamu,
apa bedanya kamu dengan wanita yang menggadaikan harga dirinya
apa bedanya kamu dengan wanita2 yang menggumbar auratnya
apa bedanya kamu dengan wanita2 yang dengan bebas mempertontonkan kemolekannya
jika kamu tetap saja membiarkan dirimu berbaur bebass dengan lekaki ajnabi itu
jika kamu tetap saja membiarkan suara merdumu mendayu2

astaghfirulloh al adziim

aku takut duhai saudariku
kamu dan diriku termasuk ke dalam orang2 munafik
yang terlihat baik HANYA KARENA kain yang membaluti seluruh tubuh kita
namun, tak ada bedanya dengan wanita2 yang secara bebas MENGUMBAR DIRINYA

Ingatlah duhai ukhti T.T
kebanyakan penghuni neraka adalah wanita.. T.T
tolong, jgnlah kalian termasuk kedalam golongan
yang berpakaian , namun TELANJANG..
termasuk kedalam golongan
yang berhijab, namun TAK ADA HIJAB

berhentilahhhh membiarkan meraka memujimu dengan bebas
padahal sama saja mereka melucuti pakaianmu
dan menggodamu demi kepuasan mereka

TOLONG !
ingatlah, betapa mahal harga sbuah hijab yang terbalut di tubuhmu
yang memiliki nilai lebih bagi siapa saja yang memandangnya
yang memiliki kemualiaan bagi orang yang mengenakannya
yang menunjukkan suatu ketaatan dan kepasraan terhadap perintah Robb-nya

tapi ingatlahh..
jangan kau rusak kemuliaan itu dengan tingkah laku mu
jangan kau hancurkan harga hijab itu dengan bercampur baurnya kamu dengan lelaki ajnabi itu
jangan kau rendahkan nilai hijab itu dengan keburukan "akhlakmu" T.T


Memohonlah
smoga Alloh limpahkan keimanan dan taqwa kpd aku dan kamu
Menjauhkan dari kesesatan dan kesengsaraan
smoga Alloh melindungi kita dari perbuatan yang mampu jerumus kita dari adzab nerakaNya










saudari yang mencintaimu krn Alloh

_Jennifer Syahida_



***
sy memang bukan wanita muslimah yang baik
dan bahkan tidak lbh baik dr kalian..
note ini sbg RENUNGAN buat pribadi tentunyaaa
dan spesial untuk saudari2ku yang belum sanggup ku mengingatkannya satu per satu
krn kejahilan sy, barangkali,...
dan krn rasa takut juga :)
afwan jiddan jika sy salahh..
saya , kamu, dan kalian sama2 wanita muslimah
yang seharusnya menjaga dirinya ssuai dg pakaian yang kita kenakan..
afwan afwan afwan jiddan.. :)
afwannnnnnn..
uhibbuki fillah


2:54 PM | Posted in , , | Read More »

Cerpen : HADIAH UNTUK NISA



Senja itu, Zaky masih saja terdiam dalam lamunannya melupa
kan coretan-coretan jingga di langit, sedikit demi sedikit matanya mulai membuat aliran sungai yang terus melaju dengan derasnya seperti dataran kering yang diisi air. Pikirannya pun dibaluti banyak lipatan demi lipatan ingatan yang pernah dirasakannya.

Ia seperti seperti terhipnotis di dalam masa lalunya yang baginya penuh dengan kebahagiaan. Ia sedikit sadar bahwa dirinya sedang berada di kursi tunggu pasien RS. Islam Sukamaju, rumah sakit besar dengan segala peralatan canggihnya. Secanggih apapun ia bukanlah Tuhan yang Maha Perkasa, ia tetaplah suatu bangunan buatan hamba-hambaNya yang suatu saat akan hancur menemui takdirnya.

Pikirannya masih menggelayut memikirkan Nisa, panggilan akrab gadis mungil berjilbab yang sedari kecil sudah dikenalnya sejak sama-sama berlajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an anak-anak. Sudah seminggu Siti Anisa terbaring koma di rumah sakit, diagnosa dokter Nisa terkena kanker darah.

Zaky tetap setia menunggunya di depan pintu kamar Anggrek no, 607, baginya Nisa adalah wanita special yang pernah hadir mengisi perasaannya dan saling brjanji akan menunggu. Semenjak Nisa menolak lamarannya tanpa alasan yang jelas, Zaky menjadi sosok yang sulit diajak bicara, batinnya sangat sesak dan terasa pedih seperti kepulan asap kobaran api yang menyentuh mata.

Tiba-tiba ia terjaga dari lamunannya. “Makan dulu Zak,” sapa pak  Darsim, ayah kandung Nisa. “Iya pak, masih kenyang.” Jawabnya lirih.

“Kalau sudah capek, pulang saja Zak, biar saya dan ibu yang disini.”,

“tidak pak, biar saya disini sampai Nisa sadar.”

"kreeeekk." Suara pintu kamar yang dibuka dari dalam membuat semuanya menjadi berdiri kokoh bak menara tinggi yang menjulang siap mendengarkan setiap kalimat yang akan diucapkan oleh sang dokter.

“Orang tuanya Nisa ?”, “Saya pak, saya..” jawab pak Darsim, “mari pak ikut saya,” mereka berdua berjalan bagaikan dua orang sahabat dekat yang tengah membicarakan suatu hal yang sangat rahasia. Sedangkan ibu Nurma, ibu kandung Nisa hanya terlihat penasaran penuh harap.




Hanya diam dan saling berpandangan antara Zaky dan bu Nurma dalam kepergian pak darsim bersama sang dokter.

Tak lama kemudian, pak Darsim datang menghampiri mereka bertiga yang sedari kepergiannya dengan sang dokter membuat mereka harap-harap cemas. “apa katanya ?” tanya bu Nurma kepada suaminya yang terlihat lesu.

“Kita harus cari ginjal, karena ginjalnya mengalami kerusakan.” Sontak mendengar berita itu, bu Nurma mendadak terduduk di atas bangku dan berdiri kembali, segera masuk ke kamar yang di dalamnya terdapat anaknya yang sedang berada entah di alam apa namanya.


“pak, pakai ginjal saya saja pak..” pak Darsim terdiam mendengar kalimat yang diucapkan oleh Zaky di luar kamar yang dihuni oleh Nisa saat ini, kemudian pak Darsim memeluknya secara tiba-tiba sambil meneteskan air matanya yang agak sulit menetes semenjak Nisa masuk rumah sakit.

------------
Detik jam terus berganti, waktu pun ikut menggulung hari menjadi sebuah sejarah baru. Tepat bersamaan dengan hari kelahirannya yang ke-24, Nisa dikeluarkan dari ruangan dan kasur nya pun mulai diarahkan ke ruangan operasi, ruangan dimana terdapat banyak jiwa yang mlepaskan ruhnya untuk pergi menuju Rabbnya.

“Muhammad Zaky”, panggilan suster dengan penampilan misterius ber-masker dan lengkap dengan pakaian bedahnya membangunkan Zaky dari lamunannya. Dengan langkah pasti dan penuh harap ia mulai masuk . Ia melihat Nisa yang begitu pucat, hatinya sakit, kelu dan pedih. Ingin segera melihat Nisa sadar.

Tibalah waktunya Zaky untuk diberikan pengarahan oleh para dokter bedah. Dalam hatinya terus berdzikir dan berdoa,

“Yaa Rabb, jika hamba tidak Engkau ridhai bersamanya, biarkan segumpal daging ini saja yang ikut bersamanya. Aku mencintainya karenaMu yaa Rabb. Maka perkenankanlah doaku, karena rasa cintaku ini kepada hambaMu yang shalihah.”

Ia pun menutupkan matanya, sambil terus memeluk erat perasaan cintanya yang begitu dalam kepada Nisa. Meski Nisa menolaknya tanpa alasan yang bisa dijelaskan.

-------------------
Waktu terus bergulir, mentari pun datang dan berlalu, Nisa sudah sadar dan mulai bisa memasukkan asupan-asupan gizi secara normal, entah mengapa pikirannya teringat dengan Zaky, seorang pria yang sangat ia kenal dan pernah mencoba melamarnya untuk dijadikan istrinya. “Ada apa ini?” gumamnya.

Disaat itulah ayahnya harus mengatakan yang sebenarnya, dan tidak boleh ada yang ditutup-tutupinya. “Nisa, kemarin Zaky kesini, nengok kamu, tapi kamu masih belum sadar.” “Terus kemana dia?”. Ssaat kemudian, air mata ayahnya keluar membasahi pipi yang sudah agak keriput dimakan usia itu.

“Dia yang mendonorkan ginjal untuk kamu.”

“benar pah ? dia sekarang kemana ? pulang ?”

“Dia sudah tenang pulang ke pangkuan Allah Ta’ala.” (SAF)


 


10:24 PM | Posted in , | Read More »

Recently Commented

Recently Added